Viral Petani di Tuban Naik Drone: Ternyata Hanya Konten Iseng, Bukan untuk Angkut Pekerja

oleh -226 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 07 at 5.43.31 PM
Petani di Tuban saat diangkut menggunakan drone (Tangkapan layar)

KabarBaik.co, Tuban – Sebuah video yang memperlihatkan seorang petani di Tuban diangkut menggunakan drone pertanian berukuran besar saat menuju dan pulang dari lahan perkebunan menjadi viral di media sosial. Rekaman yang diunggah di medsos itu menuai beragam komentar karena dinilai tidak lazim.

Menanggapi viralnya video tersebut, pemilik akun sekaligus Direktur PT Bina Tani Makmur Jombang, Budianto, 47, menegaskan bahwa adegan petani diterbangkan menggunakan drone bukanlah fungsi utama alat tersebut. Ia menyebut aksi tersebut hanya dilakukan sebagai konten hiburan dan rasa penasaran untuk menguji kemampuan angkat drone.

“Itu sebenarnya buat konten saja. Iseng-iseng saja,” ujar Budianto, Selasa (7/7).

Menurutnya, drone yang digunakan merupakan drone pertanian berkapasitas besar yang dirancang untuk membantu aktivitas pertanian modern, seperti menyemprot pestisida dan pupuk cair dari udara. Penggunaan drone dinilai mampu meningkatkan efisiensi pekerjaan, terutama di area perkebunan yang sulit dijangkau kendaraan maupun tenaga manusia.

Selain untuk penyemprotan, drone tersebut ia modifikasi agar dapat mengangkut pupuk dan bibit dengan melepas tangki air berkapasitas hingga 150 liter, kemudian diganti dengan tali pengikat untuk membawa berbagai kebutuhan pertanian ke lokasi yang sulit diakses.

“Drone pertanian kapasitas besar itu muatannya bisa sampai 150 liter air. Tangki airnya kami lepas, kemudian dipasang tali untuk mengangkut pupuk atau bibit,” jelasnya.

Budianto menegaskan bahwa drone tersebut tidak diperuntukkan sebagai alat transportasi manusia. Ia mengakui konten video yang ia buat dengan menerbangkan orang untuk mengetahui batas kemampuan angkat drone, bukan sebagai prosedur kerja di lapangan.

“Itu sebenarnya tidak diperbolehkan untuk mengangkut orang. Yang sebenarnya tetap digunakan untuk mengangkut pupuk dan kebutuhan pertanian lainnya,” tegasnya.

Ia juga memastikan hanya sebagian kecil pekerja yang pernah ikut dalam uji coba tersebut dan seluruhnya dilakukan untuk kebutuhan konten, bukan sebagai aktivitas operasional perusahaan.

“Drone itu dijalankan oleh operator khusu, gak semua pekerja bisa mengoperasionalkan,” tambahnya.

Ke depan, Budianto mengatakan drone akan tetap difungsikan sesuai tujuan awal pembeliannya, yakni mendukung distribusi pupuk, bibit, hingga mengangkut hasil panen agar pekerjaan petani menjadi lebih cepat dan efisien. Hal itu dikarnakan Medan lahannya yang berada di tengah area persawahan tidak memungkinkan untuk dilewati kendaraan roda empat. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.