KabarBaik.co, Malang – Video yang memperlihatkan dua pria dibungkus lakban hingga menyerupai Teletubbies viral di medsos. Video itu mempunyai narasi bahwa dua pria tersebut dilakban karena tertangkap warga setelah melakukan pencurian.
Ternyata narasi tersebut adalah salah alias hoaks. Narasi yang beredar di berbagai medsos tersebut hoaks karena sebenarnya video itu merupakan konten hiburan yang dibuat oleh tim kreator asal Malang, Batre TV.
Klarifikasi disampaikan langsung oleh salah satu pemeran dalam video, Muhammad Syahroni. Ia menegaskan bahwa dirinya bersama rekannya, Feri Wedon, bukan pelaku pencurian, melainkan konten kreator yang sedang menjalankan tantangan (challenge) saat siaran langsung di TikTok.
“Sebenernya saya sama teman saya dilakban itu hanya menjalankan challenge TikTok. Saya ini kontent kreator Batre TV, YouTuber di Malang, bukan maling,” ujar Syahroni saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (3/7).
Syahroni menjelaskan video yang kini kembali viral sebenarnya merupakan rekaman lama yang dibuat pada 23 Juni 2026. Saat itu, dirinya bersama tim Batre TV sedang melakukan live TikTok dan menerima tantangan dari penonton yang memberikan gift agar tubuh mereka dibungkus lakban hingga penuh.
“Konsepnya memang challenge lakban. Sebelumnya kami juga pernah membuat challenge berjalan ke kuburan dengan kondisi dilakban. Yang viral sekarang ini direkam saat live pada 23 Juni 2026 setelah ada penonton yang memberi gift untuk challenge tersebut,” jelasnya.
Setelah tubuh mereka dibungkus lakban, tantangan kemudian dilanjutkan dengan adegan memakan terasi sehingga ekspresi mereka tampak kesakitan. Adegan itulah yang kemudian dipotong dan disebarluaskan tanpa konteks sehingga memunculkan berbagai spekulasi.
Menurut Syahroni, video tersebut awalnya diunggah di TikTok dan sempat masuk FYP. Selanjutnya, rekaman itu diambil ulang oleh sebuah akun Instagram tanpa izin dan diberi narasi yang menyebut mereka sebagai maling yang dihukum warga.
“Kalau videonya diambil sebenarnya tidak masalah. Yang kami keberatan itu narasinya diubah menjadi berita yang tidak benar. Dari situ akhirnya menyebar luas dan banyak orang salah paham,” ujarnya.
Ia mengungkapkan akun Instagram yang pertama kali mengunggah ulang video tersebut diduga memberikan narasi yang tidak sesuai dengan fakta hingga akhirnya viral di berbagai platform media sosial.
Syahroni berharap masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang beredar tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu. Ia juga meminta nama Batre TV tidak dikaitkan dengan tuduhan tindak kriminal karena dapat berdampak negatif terhadap tim kreator tersebut.
“Tolong dalam pemberitaan disangkutkan bahwa ini adalah Batre TV. Soalnya banyak orang yang menonton konten kami. Jangan sampai gara-gara narasi hoaks seperti ini masyarakat malah berpikir negatif dan tidak lagi menonton karya-karya kami,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sosok yang memberi makan terasi dalam video merupakan karakter bernama Ceper, salah satu ikon yang sudah dikenal oleh para pengikut Batre TV.
“Kalau yang sudah mengenal Ceper dan Batre TV pasti tahu ini hanya konten. Saya yang badannya agak gemuk itu memang salah satu pemeran yang dilakban dan diberi makan terasi,” jelasnya.
Hingga kini, pihak manajemen Batre TV masih mempertimbangkan langkah yang akan diambil terkait penyebaran video dengan narasi menyesatkan tersebut.
Dengan demikian, informasi yang menyebut dua pria dalam video merupakan pelaku pencurian adalah hoaks. Video tersebut merupakan konten challenge yang dibuat untuk hiburan dan tidak berkaitan dengan peristiwa kriminal maupun aksi main hakim sendiri seperti yang beredar di media sosial. (*)






