KabarBaik.co, Bojonegoro – Kekecewaan mendalam yang diduga akibat perselingkuhan suami membuat seorang perempuan asal Desa Tlogoagung, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro, mengambil keputusan ekstrem. Rumah yang dibangun dari hasil jerih payahnya selama bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Taiwan itu akhirnya dirobohkan menggunakan alat berat pada Senin (6/7).
Peristiwa tersebut sontak menjadi perhatian warga. Sejak pagi, ratusan masyarakat memadati lokasi untuk menyaksikan proses pembongkaran rumah yang dilakukan dengan bantuan sebuah excavator.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, perempuan tersebut selama bertahun-tahun bekerja di Taiwan dan secara rutin mengirimkan uang kepada suaminya yang berinisial PR untuk membangun rumah impian mereka di kampung halaman.
Namun, harapan itu berubah menjadi kekecewaan setelah ia kembali kampung halamnya dan mengetahui sang suami diduga menjalin hubungan dengan perempuan lain. Dugaan perselingkuhan itu menjadi awal retaknya rumah tangga mereka hingga berujung pada keputusan merobohkan rumah yang selama ini menjadi simbol hasil kerja keras pasangan ini.
“Gara-gara suaminya diduga selingkuh, rumahnya mau dirobohkan,” ujar Habibi, salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian.
Pantauan di lapangan, excavator mulai melakukan pembongkaran bangunan, sementara warga terus berdatangan untuk menyaksikan proses tersebut. Kerumunan massa membuat aparat kepolisian melakukan pengamanan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Kapolsek Kedungadem AKP Suiswanto, membenarkan adanya pengamanan di lokasi. Ia menjelaskan bahwa proses perobohan rumah telah melalui kesepakatan tertulis antara suami dan istri.
“Kami sudah menyiagakan anggota di lapangan. Terkait perobohan rumah tersebut, sebenarnya sudah ada kesepakatan tertulis antara kedua belah pihak, baik suami maupun istri. Kendati demikian, kami tetap melakukan pengamanan di lokasi,” ujar AKP Suiswanto.
Menurutnya, persoalan rumah tangga pasangan tersebut berawal dari rasa kecewa sang istri setelah pulang dari Taiwan dan mengetahui dugaan perselingkuhan suaminya. Upaya menyelesaikan persoalan secara damai tidak membuahkan hasil, sehingga keduanya akhirnya sepakat merobohkan rumah tersebut.
“Pada intinya, pasangan suami istri ini sudah sepakat untuk merobohkan rumah mereka,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, proses pembongkaran masih berlangsung dan menjadi tontonan ratusan warga. Bangunan yang selama ini menjadi simbol perjuangan dan hasil kerja keras di negeri rantau perlahan rata dengan tanah, sekaligus menjadi penanda berakhirnya perjalanan rumah tangga pasangan tersebut.(*)






