KabarBaik.co, Nganjuk — Sebuah aksi heroik mewarnai proses evakuasi kecelakaan maut antara Bus Sugeng Rahayu kontra truk Fuso di Jembatan Paron, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (4/7). Seorang polisi dengan sigap menyelamatkan nyawa seorang bayi yang sempat tercebur ke dalam sungai akibat insiden tersebut.
“Bayi itu sempat tercebur sungai. Kemudian ditolong bersama-sama oleh warga setempat, termasuk Pak Tris (Aipda Sutrisno). Setelah dievakuasi, bayi itu digendong Pak Tris masuk ambulans menuju rumah sakit,” ujar Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Fajar Kurniadhi, dalam keterangannya, Senin (6/7).
Sosok penyelamat itu adalah Aipda Sutrisno, seorang Bhabinkamtibmas dari Polsek Bagor. Berdasarkan video dan foto yang beredar di media sosial, pria yang akrab disapa Pak Tris ini terlihat sangat panik dengan wajah pucat sembari mendekap erat sang bayi menuju mobil ambulans.
“Karena bayi itu sudah diam tidak bisa menangis. Setelah ada ambulans datang, Pak Tris langsung masuk untuk membawa bayi itu ke rumah sakit. Alhamdulillah bayi itu selamat dan sehat lagi,” beber Fajar menggambarkan situasi mencekam di lapangan.
Kecelakaan yang terjadi pada pukul 12.30 WIB itu melibatkan bus jurusan Surabaya-Yogyakarta yang mengangkut 40 orang penumpang. Meski bus sempat terbalik ke dalam sungai, mukjizat terjadi karena seluruh korban dinyatakan selamat.
“Jumlah korban 27 orang. Semuanya hanya luka ringan,” tegas Kanit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk, Ipda Wahby Irfan Izzudin, yang memimpin jalannya evakuasi di tempat kejadian perkara (TKP).
Aksi penyelamatan ini tidak dilakukan sendirian. Sinergi antara anggota Polsek Bagor, Polres Nganjuk, TNI, serta warga setempat yang bahu-membahu mengevakuasi seluruh penumpang membuat fatalitas kecelakaan ini berhasil ditekan.
Sebanyak 27 korban luka ringan saat ini sudah mendapatkan perawatan intensif di RS Bhayangkara dan RSUD Nganjuk.






