KabarBaik.co, Tuban – Transformasi sektor pertanian terus didorong melalui pemanfaatan energi listrik. Tak hanya menghadirkan pasokan listrik yang andal, PT PLN (Persero) juga memperkuat pemberdayaan petani melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Electrifying Agriculture–Terang Tani (Teknologi Rangkaian Energi Bagi Petani) di Desa Bektiharjo, Semanding, Tuban.
Melalui PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM), bantuan tersebut diserahkan kepada Kelompok Tani Ngroto Makmur sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong penggunaan peralatan berbasis listrik yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Bantuan yang diberikan mencakup traktor listrik, mesin perontok jagung listrik, alat penyemprot hama listrik, mesin pemotong rumput listrik, pupuk, bibit tanaman, hingga pembangunan fasilitas pendukung berupa toilet, saung, dan gudang kelompok tani.
Penyerahan bantuan yang berlangsung pada itu turut dihadiri jajaran manajemen PLN UIT JBM, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Tuban, serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Semanding. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bentuk kolaborasi dalam memperkuat sektor pertanian di daerah.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UIT JBM Andri Oktavian mengatakan program TJSL yang dijalankan perusahaan tidak hanya berorientasi pada bantuan sosial, tetapi juga dirancang selaras dengan strategi bisnis perusahaan, program prioritas nasional, serta kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, sektor pertanian menjadi salah satu fokus karena memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, General Manager PLN UIT JBM Ika Sudarmaja menjelaskan program Electrifying Agriculture merupakan langkah PLN untuk mempercepat modernisasi pertanian melalui pemanfaatan energi listrik.
Ia menilai penggunaan peralatan listrik mampu meningkatkan efisiensi kerja petani, menekan biaya operasional dalam jangka panjang, serta mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan. Program tersebut juga sejalan dengan arah pembangunan nasional dan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Ketua Kelompok Tani Ngroto Makmur L. Heru Imam Furi menyambut baik bantuan yang diberikan PLN. Menurutnya, kehadiran berbagai peralatan modern tersebut akan mempercepat proses pengolahan lahan hingga pascapanen.
“Kami berharap produktivitas anggota kelompok tani semakin meningkat, pekerjaan menjadi lebih efisien, panen bisa lebih cepat, dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan petani di Bektiharjo,” ujarnya, Kamis (2/7).
Melalui program TJSL ini, PLN menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menyediakan listrik bagi masyarakat, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih luas. Modernisasi pertanian berbasis energi listrik diharapkan menjadi salah satu penggerak peningkatan produktivitas, pendapatan petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah. (*)






