PELATIH timnas voli putri Indonesia, Marcos Sugiyama, memberikan sebuah momen berharga bagi masa depan voli tanah air saat Indonesia menghadapi Lebanon dalam laga Pool B AVC Women’s Cup 2026, Jumat (12/6) malam. Di tengah dominasi Garuda Putri yang berhasil membungkus kemenangan telak 3-0 itu, Sugiyama memasukkan pemain bernomor punggung baru ke dalam lapangan Candon City Arena, Ilocos Sur, Filipina.
Pemain itu adalah Tina Syifa Sabila Salim, atau yang akrab dipanggil Tina.
Malam itu Tina memang tidak tampil penuh. Hanya turun dalam beberapa rotasi. Namun, bagi seorang gadis yang lahir pada 15 Juli 2009 ini, langkah kaki di lapangan internasional itu tentu membawa makna yang sangat besar. Di usia yang baru akan menginjak 17 tahun, Tina sudah dipercaya mencicipi atmosfer ketat kompetisi level Asia, mengawal kemenangan clean sheet Merah Putih atas Lebanon.
Menariknya, aksi Tina di Filipina bukan kali ini saja terjadi. Saat bergabung di skuad timnas senior yang berlaga di AVC Women’s Cup 2026 ini, ia juga sempat dipercaya turun lapangan dan dimainkan ketika Indonesia sukses memetik kemenangan melawan Hong Kong pada laga sebelumnya.
Kehadirannya di sela-sela dominasi pemain senior menjadi bukti nyata dari keberanian Marcos Sugiyama dalam mempercepat jam terbang pilar-pilar muda. Langkah taktis ini sekaligus mengirimkan sinyal bahwa proyek regenerasi jangka panjang voli putri Indonesia memang harus berjalan agresif.
Meskipun usianya baru belasan tahun, kematangan bermain Tina sebenarnya sudah terbentuk lewat kompetisi domestik yang ketat. Dia tercatat sudah dipercaya membela Rajawali O2C di ajang bergengsi Livoli Divisi Utama 2025. Rajawali O2C sendiri merupakan klub profesional pertama yang dibela dalam kariernya. Sebelum berganti sponsor pada tahun 2025, tim pembinaan asal Jawa Barat ini lebih dikenal publik dengan nama Jakarta BIN O2C.
Keterlibatan Tina di level tertinggi nasional bahkan sudah dimulai sejak musim 2024. Dia juga tampil di Livoli Divisi Utama bersama Rajawali O2C. Sayangnya, kala itu langkah tim harus terhenti lebih awal karena gagal menembus babak final four.
Namun, kegagalan itu tidak membuatnya surut. Perlahan tapi pasti, Tina menunjukkan perkembangan positif yang luar biasa. Di awal tahun 2025, ia ikut memperkuat Rajawali O2C di turnamen Moji Volleyball Cup. Hasilnya cukup baik, tim berhasil finis di posisi ketiga dan Tina ikut memberikan kontribusi besar di lapangan.
Permata Muda dari Alko hingga Pertamina Enduro
Kecintaan Tina pada bola voli sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2019, sebuah ketertarikan yang tumbuh sebagai bentuk kelanjutan dari hobi sang ayah. Ia kemudian mengasah bakatnya di Alko Bandung, klub lokal legendaris yang dikenal tak pernah berhenti melahirkan bintang-bintang voli nasional.
Kini, kerja keras gadis penyuka warna ungu ini terbayar lunas. Melalui unggahan resmi akun Instagram Jakarta Pertamina Enduro (JPE), klub tersebut dengan bangga memperkenalkan Tina sebagai bagian dari keluarga besar mereka.
Sebelum menembus level senior, kiprah Tina di level junior internasional juga sangat mentereng. Selain sukses menyabet medali perak sebagai Juara 2 Asian Youth Games Bahrain 2025, Tina Syifa Sabila juga sempat dipercaya memperkuat Timnas Voli Putri Indonesia U18 pada ajang Princess Cup 2024 di Thailand, di mana ia berhasil membawa pulang gelar runner-up.
Bagi Tina, menembus skuad JPE dan tim nasional senior bak sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Bagaimana tidak? Remaja yang mengidolakan bintang dunia Tijana Boskovic dan bintang Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi ini, sekarang justru berada di satu tim dan bermain bersama Megawati, sosok yang selama ini menjadi panutannya.
Di balik garangnya pukulan Outside Hitter bertinggi ideal ini di lapangan, Tina tetaplah seorang remaja yang memiliki sisi santai dan menggemaskan. Berdasarkan informasi resmi pihak klub, di luar jam latihan yang padat, Tina sangat suka mengisi waktu luangnya dengan menonton film.
Ia juga memiliki beberapa fakta unik yang menarik perhatian para penggemar voli tanah air. Tina diketahui sangat gemar menyantap hidangan ikan lele, dan selalu memilih air kelapa muda segar sebagai minuman favoritnya untuk melepas dahaga.
Menyerap Ilmu di Skuad Senior
Berada di Filipina bersama sang kapten Tisya Amallya Putri serta barisan pemain senior berpengalaman seperti Putri Agustin, memberikan Tina kesempatan langka untuk belajar langsung di “ruang kelas” yang sesungguhnya. Tekanan laga internasional tentu berbeda dengan kompetisi domestik. Namun, keleluasaan taktik yang diberikan pelatih mampu dijawab dengan kedisplinan tinggi, baik saat melawan Hong Kong maupun saat menghadapi Lebanon kemarin malam.
Selama beberapa menit kesempatannya di lapangan Candon City Arena, Tina tampak menyatu dengan skema permainan tim, disiplin dalam menjaga posisi pertahanan, dan tidak canggung meladeni permainan cepat lawan.
Kemenangan atas Iran, Hong Kong, dan Lebanon hingga ”mencuri 2 set saat lawan tim kuat Vietnam di Pool B AVC W0men’s Cup 2026; , menjadi modal krusial bagi langkah Indonesia ke depannya. ”Motivasi dari kakak-kakak senior, juga dari pelatih, disiplin dan terus giat berlatih,” ungkap Tina dalam sebuah wawancara.
Namun. lebih dari itu, rentetan laga di Ilocos Sur ini akan selalu diingat sebagai panggung awal bagi mencuatnya talenta Tina Syifa di level Asia. Perjalannya tentu masih sangat panjang. Tapi, dari apa yang ditunjukkannya di Filipina, Indonesia boleh optimistis bahwa masa depan lini serang timnas paling tidak terus berada di tangan yang aman. Teruslah disiplin, fokus, dan tidak pernah lelah berlatih! (*)






