KabarBaik.co, Jakarta – Tim Nasional Voli Putri U-18 Indonesia akhirnya menutup perjalanan di ajang AVC Girls U-18 Championship 2026 dengan cukup menghibur. Sempat dikejutkan di set pertama, Srikandi Muda bangkit secara impresif dan sukses membungkam Mongolia dengan skor meyakinkan 3-1 (22-25, 25-20, 25-12, 25-17) dalam laga perebutan tempat ketujuh di Terminal 21, Selasa (7/7) pagi.
Kemenangan tersebut memastikan armada Merah Putih terhindar dari posisi delapan. Tina Syifa dan kawan-kawan mengunci peringkat ketujuh turnamen level Asia. Walau hasil akhir ini belum mampu memenuhi ekspektasi awal federasi yang membidik babak semifinal, performa pantang menyerah yang ditunjukkan di laga pemungkas patut mendapat apresiasi.
Pencapaian terbaik tim Merah Putih di turnamen ini sejak kali pertama digelar pada 1997 adalah peringkat ke-6. Artinya, belum ada perbaikan. Justru turun satu kasta. Tentu, capaian ini mesti menjadi bahan evaluasi tentang komitmen dan keseriusan federasi dalam melakukan pembinaan serta regenerasi kelompok umur.
Memulai laga, Indonesia sempat terlihat tegang di set pembuka. Tekanan mental pasca-kekalahan beruntun dari Thailand dan Kazakhstan bisa jadi masih membayangi permainan tim di awal, sehingga Mongolia mampu mencuri set pertama dengan keunggulan ketat 22-25.
Namun, mentalitas Srikandi Muda mulai teruji di set kedua. Melalui perbaikan komunikasi lini bertahan dan variasi serangan yang lebih tajam, Indonesia membalas 25-20. Momentum kebangkitan ini berlanjut sepenuhnya di set ketiga, di mana Indonesia tampil sangat dominan dan meredam perlawanan Mongolia dengan skor mencolok 25-12, sebelum akhirnya menyudahi perlawanan di set keempat dengan skor 25-17
Sementara itu, tensi tertinggi turnamen akan tersaji malam nanti pukul 19.00 WIB dalam partai puncak perebutan juara yang mempertemukan tim raksasa China melawan Korea Selatan.
Bagi skuad Korea Selatan, laga final ini menjadi momentum emas untuk menuntaskan misi balas dendam yang tertunda selama 21 tahun, sekaligus ambisi besar untuk merebut gelar juara untuk kali pertama dalam sejarah sejak turnamen ini digulirkan. (*)






