Desakan Ganti Pelatih! Jadwal Timnas Voli Putri Indonesia di AVC Girls’ U-18 Championship 2026

oleh -821 Dilihat
TINA DKK

KabarBaik.co, Jakarta – Belum sempat mengevaluasi hasil di Princess Cup 2026, Timnas Voli Putri U-18 Indonesia sudah dihadapkan pada gelombang tuntutan publik. Desakan agar terjadi pergantian pelatih ramai bermunculan di media sosial setelah skuad Merah Putih gagal naik podium dan hanya menempati peringkat keempat.

Suaran itu belakangan mengemuka hanya beberapa hari sebelum Srikandi Muda menghadapi tantangan yang jauh lebih berat di Kejuaraan Bola Voli Putri U-18 Asia  atau AVC Girls U-18 Championship 2026.

Turnamen Asia yang berlangsung pada 1–7 Juli 2026 di Nakhon Ratchasima, Thailand, itu akan menjadi panggung sesungguhnya bagi Tina Syifa dan kawan-kawan. Di fase grup, Indonesia langsung dihadapkan pada lawan-lawan tangguh, yakni Iran, Filipina, dan Jepang.

Meski gagal memenuhi target di Princess Cup 2026 seusai kalah dramatis dari Filipina 2-3 (25-27, 29-27, 25-18, 22-25, 11-15) dalam perebutan tempat ketiga, jajaran pelatih justru menilai turnamen tersebut memberikan modal penting untuk menghadapi persaingan level Asia.

Asisten pelatih timnas voli putri U-18 Bobby Ade menegaskan hasil di Princess Cup bukanlah akhir dari proses pembentukan tim. Menurut dia, pengalaman bertanding di Nakhon Ratchasima, khususnya beradaptasi dengan atmosfer pertandingan dan kondisi lapangan Korat 21, menjadi keuntungan yang tidak dimiliki beberapa calon lawan Indonesia.

Baca Juga: Hobi Nonton Film dan Suka Makan Lele, Sisi Lain Tina Syifa Pevoli Masa Depan Indonesia

“Tim memang belum menuai hasil yang diinginkan. Namun, dari sini kami dapat mempersiapkan tim lebih matang lagi untuk bermain di AVC U-18 karena beberapa tim seperti Iran dan Jepang belum pernah bermain di Thailand, khususnya di venue Korat 21,” ujar Bobby dilansir dari laman PBVSI, Senin (29/6).

Dia menilai pengalaman tersebut dapat menjadi nilai tambah ketika Indonesia kembali tampil di venue yang sama pada Kejuaraan AVC Girls U-18 Championship  2026.

Bobby juga menegaskan Princess Cup merupakan bagian dari program pembinaan jangka panjang yang tengah dibangun tim pelatih di bawah arahan pelatih kepala Marcos Sugiyama. Fokus utama bukan hanya mengejar hasil instan, tetapi juga menyiapkan regenerasi pemain menuju tim nasional senior.

“Semoga dari hasil ini kami dapat melanjutkan program regenerasi yang dicanangkan pelatih utama Marcos Sugiyama sehingga para pemain nantinya bisa dipersiapkan untuk memperkuat tim senior,” katanya.

Baca Juga: Khanza Putri: Langkah Kecil dari Tulungagung, Lompatan Besar di Proliga

Namun, penjelasan tersebut tampaknya belum sepenuhnya meredam kritik dari para volimania. Dalam beberapa hari terakhir, media sosial dipenuhi desakan agar federasi melakukan evaluasi terhadap pelatih Angga Hasan Mubarok. ”Kalau pelatihnya tetap sama, udah pulang saja,” komentar seorang warganet.

Kritik tersebut muncul karena banyak pihak menilai Indonesia seharusnya mampu meraih hasil lebih baik di Princess Cup 2026. Apalagi, kualitas individu pemain dinilai cukup kompetitif dan memiliki kedalaman skuad yang tidak kalah dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Kini, perhatian volimania tanah air bersiap untuk tertuju pada penampilan Indonesia di AVC Girls U-18 Championship 2026. Berada satu grup bersama Jepang, Iran, dan Filipina menjadi bagian dari  ujian penting bagi para Srikandi Muda. Saat berlaga di Princess Cup 2026, beberapa kelemahan mendasar masih kerap terjadi. Recieve yang tidak sempurna, kurang komunikasi hingga kesalahan sendiri. Satu di antara kekuatan tim U-18 kualitas hitter, blocker, dan setter.

ANGGA HASAN
Angga Hasan Mubarok. (PBVSI)

Diketahui, AVC Girls U-18 Championship ini merupakan turnamen resmi dua tahunan ini diselenggarakan oleh AVC (Asian Volleyball Confederation) yang bekerja sama dengan Federasi Bola Voli Thailand (TVA). Turnamen ini bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan ajang kualifikasi resmi untuk FIVB Volleyball Girls’ U19 World Championship 2027.

Empat tim terbaik yang lolos ke semifinal otomatis akan mengamankan tiket ke Piala Dunia U-19 tahun depan sebagai perwakilan Asia. Turnamen ini diikuti oleh 16 negara Asia.  Timnas Voli Putri U-18 Indonesia tergabung dalam Grup C, yang bisa dibilang merupakan grup yang cukup berat bersama Jepang, Iran, Filipina, Indonesia. )*)

Daftar Pemain Timnas Voli Putri U-18 Indonesia

  • Setter: Shakira Ayu Tirta Wijaya, Clarissa Thomas.
  • Libero: Nathania Putri Prasetra.
  • Middle Blocker: Rowina Ulfiyah Tacita Azmi, Ibovna Anindya Thalita Sahuri, Yzuri Aida Najera Katalina.
  • Opposite: Khanza Putri Yansi Ganshtri, Arimbi Syifana Andayani.
  • Outside Hitter: Venisa Dri Oktaviani, Tina Syifa Sabila Salim, Zebe Hawlyy Almadina Pramesti, Vania Nurfatimah Hafani

Jadwal Pertandingan AVC Girls U-18 Championship 2026
.
1 Juli, 2026

  • 10.00 WIB – Iran vs Philippines
  • 10.00 WIB – Kazakhstan vs Hong Kong
  • 13.00 WIB – Uzbekistan vs Australia
  • 13.00 WIB – Korea vs India
  • 16.00 WIB – Japan vs Indonesia
  • 16.00 WIB – China vs Kyrgyzstan
  • 19.00 WIB – Thailand vs Mongolia
  • 19.00 WIB – Chinese Taipei vs Vietnam

.
2 Juli, 2026

  • 10.00 WIB – Japan vs. Philippines
  • 10.00 WIB – Kyrgyzstan vs. Kazakhstan
  • 13.00 WIB – Mongolia vs. Uzbekistan
  • 13.00 WIB – Korea vs. Vietnam
  • 16.00 WIB – Indonesia vs. Iran
  • 16.00 WIB – China vs. Hong Kong
  • 19.00 WIB – Thailand vs. Australia
  • 19.00 WIB – Chinese Taipei vs. India

. 3 Juli, 2026

  • 10.00 WIB – Japan vs Iran
  • 10.00 WIB – Hong Kong vs Kyrgyzstan
  • 13.00 WIB – Australia vs Mongolia
  • 13.00 WIB – India vs Vietnam
  • 16.00 WIB – Philippines vs Indonesia
  • 16.00 WIB – China vs Kazakhstan
  • 19.00 WIB – Thailand vs Uzbekistan
  • 19.00 WIB – Chinese Taipei vs Korea

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.