KabarBaik.co – Sebuah retakan tanah sepanjang puluhan meter muncul di kawasan perbukitan Kecamatan Wonosalam, Jombang. Temuan ini langsung ditindaklanjuti BPBD setempat karena dinilai berpotensi memicu pergerakan tanah saat musim hujan.
Retakan pertama kali ditemukan seorang petani di area perkebunan Dusun Jumok, Desa Sambirejo, pada Kamis (4/12) pagi. Warga kemudian melaporkan hal tersebut ke kepala dusun dan diteruskan ke BPBD Jombang.
Tim Pusdalops BPBD Jombang yang tiba di lokasi menemukan retakan hampir 50 meter dengan lebar bervariasi antara 9–20 cm. Di beberapa titik, kedalamannya bahkan diperkirakan mencapai lebih dari satu meter.
Kepala Pelaksana BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas menyebut kondisi tanah labil di Wonosalam membuat retakan ini perlu diwaspadai.
“Tim kami sedang memetakan area dan mengidentifikasi titik rawan. Kami imbau warga tidak mendekati zona retakan, terutama saat hujan deras,” kata Wiku saat dikonfirmasi, Jumat (12/12).
Meski lokasi retakan berjarak sekitar setengah kilometer dari permukiman, BPBD menilai potensi pergerakan tanah bisa berkembang tiba-tiba, terlebih di musim hujan.
Kepala Desa Sambirejo, Sungkono, membenarkan temuan tersebut dan telah mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan.
“Kami sudah memberi peringatan kepada masyarakat, terutama yang beraktivitas di lahan pertanian dan perkebunan sekitar lokasi,” ujarnya.
Hingga kini, BPBD Jombang masih memantau perkembangan di lapangan sambil menunggu hasil asesmen lengkap.
Pemerintah desa dan kecamatan juga diminta bersiaga jika sewaktu-waktu diperlukan langkah evakuasi. (*)







