KabarBaik.co – Ribuan warga dari 10 desa di Kecamatan Lekok dan Nguling, Kabupaten Pasuruan, menggelar istighosah akbar dan doa bersama di Lapangan Arepas Semongkrong, Desa Pasinan, Kecamatan Lekok, Jumat (19/12).
Kegiatan ini dilakukan dengan harapan proses pembangunan Batalyon 15 Marinir dan Sekolah Tamtama Marinir dihentikan karena dianggap membawa konflik agraria di tengah masyarakat.
Kegiatan doa bersama tidak hanya diikuti orang dewasa, anak-anak kecil juga antusias mengikuti acara. Warga membawa bekal secukupnya dan alas tikar.
Di atas panggung, terpampang baliho berukuran besar bergambar Presiden Prabowo Subianto dengan bertuliskan ‘Mengetuk Hati Presiden Prabowo untuk Mengembalikan Hak Tanah Warga 10 Desa di Kecamatan Lekok dan Nguling’.
Lasminto, koordinator aksi doa bersama menyebutkan bahwa kegiatan tersebut merupakan ikhtiar karena hingga kini belum ada solusi atas tuntutan warga yang menolak pembangunan proyek milik Kementerian Pertahanan.
“Upaya kami tidak akan berhenti selama belum dihentikannya dua pembangunan proyek tersebut. Termasuk status tanah kami yang belum selesai,” jelas Lasminto.
Dia mengungkapkan, sejumlah penolakan terhadap pembangunan Batalyon 15 Marinir dan Sekolah Tamtama Marinir sebenarnya sudah dilakukan berkali-kali, namun hingga kini belum menunjukkan hasil mengembirakan.
Mulai dari aksi penolakan muulai aksi unjuk rasa, berdialog dengan pemangku di Puslatpur 3 Marinir Grati, audiensi dengan DPRD Kabupaten Pasuruan hingga do’a bersama.
“Unjuk rasa dan audiensi sudah tapi tidak membuahkan hasil. Dengan istighosah ini semoga ada jalan, Pak Presiden Prabowo dapat meninjau ulang dan menghentikan pembangunan,” katanya.
Sementara itu, di lapangan tidak terlihat aparat kepolisian yang mengenakan seragam, pengamanan hanya di lakukan jalan masuk lapangan.
10 Desa yang akan mengikuti kegiatan tersebut yakni 9 desa di Kecamatan Lekok dan 1 desa di Kecamatan Nguling. Untuk rincian desa di Kecamatan Lekok yakni Desa Alastlogo, Pasinan, Semedusari, Wates, Jatirejo, Branang, Tampung, Balonganyar, dan Gejugjati. Sisanya, Desa Sumberanyar Kecamatan Nguling. (*)






