KabarBaik.co, Gresik – Ribuan warga memadati jalan-jalan di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Rabu (18/3) sore hingga malam, untuk menyaksikan kemeriahan pawai ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Sejak senja, antusiasme masyarakat terlihat di sejumlah titik penyelenggaraan. Sebanyak 25 ogoh-ogoh diarak keliling desa oleh sekitar 1.000 peserta, menghadirkan suasana semarak sekaligus sarat makna spiritual.
Pawai digelar serentak di empat pura, yakni Pura Jagad Dumadi di Desa Laban, Pura Jagad Giri Natha di Desa Beton, serta Pura Kerta Bumi dan Pura Kerta Buana di Desa Pengalangan. Arak-arakan ogoh-ogoh menjadi simbol menetralisir kekuatan negatif sebelum umat Hindu memasuki masa penyepian.
Di Desa Laban, misalnya, sebanyak 12 ogoh-ogoh diarak dari Pura Jagad Dumadi mulai pukul 18.40 WIB. Iring-iringan memenuhi ruas jalan utama desa, disambut warga yang telah menunggu sejak sore hari. Usai berkeliling, ogoh-ogoh kembali ke pura untuk menjalani prosesi pembakaran.
Kemeriahan serupa juga tampak di Desa Beton dan Pengalangan. Di setiap lokasi, pengamanan dilakukan secara terpadu oleh personel gabungan TNI-Polri, Satpol PP, Linmas, serta Pecalang, guna memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Pengamanan yang dilakukan aparat mengedepankan pendekatan humanis. Kapolsek Menganti menegaskan bahwa personel telah disiagakan di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi kemacetan dan potensi gangguan keamanan.
“Kami menempatkan personel di titik-titik strategis untuk memastikan umat Hindu dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk, sementara masyarakat umum tetap beraktivitas dengan aman dan nyaman juga komunikasi dan koordinasi dengan Pecalang serta panitia,” ujarnya.
Sekitar pukul 21.05 WIB, seluruh ogoh-ogoh dibakar. Prosesi ini menjadi puncak rangkaian kegiatan, melambangkan pemusnahan sifat-sifat buruk dalam diri manusia sebelum memasuki Catur Brata Penyepian.
Tahun ini, perayaan Nyepi terasa istimewa karena berdekatan dengan Idul Fitri 1447 Hijriah yang jatuh pada 20–21 Maret 2026. Momentum tersebut mencerminkan harmoni di tengah keberagaman, di mana masyarakat saling menghormati, termasuk menjaga suasana hening saat Nyepi di tengah persiapan Lebaran.
Hingga acara berakhir, situasi di seluruh wilayah Kecamatan Menganti terpantau aman, tertib, dan kondusif. Aparat menilai keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi antara petugas, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia menilai suasana toleransi yang terbangun menjadi kunci utama terciptanya keamanan selama kegiatan berlangsung.(*)







