KabarBaik.co, Jombang – Rombongan yang diduga berasal dari salah satu perguruan silat membuat onar di Desa Plumbon Gambang, Gudo, Jombang. Rombongan beratribut silat tersebut menyerang warga hingga menyebabkan sejumlah rumah dan kendaraan mengalami kerusakan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (16/8) sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, sejumlah warga baru pulang setelah mengikuti kegiatan hiburan dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Kepala Desa Plumbon Gambang, Nur Wakit, mengatakan keributan bermula di sekitar gapura desa. Sejumlah warga tiba-tiba diserang oleh rombongan yang datang dari arah utara.
“Kalau kronologi pastinya saya tidak tahu karena waktu itu saya di dalam rumah. Setelah ada ribut-ribut, saya keluar, ternyata sudah masuk di dalam kampung,” kata Nur Wakit dalam keterangannya.
Menurut dia, rombongan tersebut diduga merupakan kelompok perguruan silat yang sebelumnya mengikuti kegiatan di wilayah Jombang. Awalnya, jumlah rombongan yang terlihat tidak banyak. Namun, jumlahnya kemudian bertambah hingga diperkirakan mencapai ratusan sepeda motor dan tiga kendaraan jenis truk.
“Rombongan konvoinya jelas kayaknya seperti perguruan,” ujarnya.
Keributan kemudian semakin memanas. Salah seorang warga yang berada di sekitar gapura berlari masuk ke permukiman untuk meminta pertolongan. Warga yang mendengar teriakan tersebut kemudian keluar rumah.
Situasi semakin kacau setelah sejumlah warga disebut menjadi sasaran serangan. Bahkan, beberapa kendaraan warga dirusak menggunakan batu paving.
“Baru di situ warga keluar semuanya dan memberikan perlawanan semaksimal mungkin. Sudah tidak terkontrol karena urusannya sudah masuk kampung dan menyerang warga,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah fasilitas milik warga mengalami kerusakan. Di antaranya dua sepeda motor, kaca mobil sedan, serta kaca rumah warga.
Warga juga menemukan sejumlah pecahan botol yang diduga bekas minuman keras di sekitar lokasi. Selain itu, ditemukan batu dan benda yang diduga seperti kembang api atau mercon.
“Kerusakan yang parah itu motor dua tadi, terus satu kaca mobil sedan ini,” ungkap Nur Wakit.
Tak hanya menyebabkan kerusakan, insiden tersebut juga membuat dua warga Desa Plumbon Gambang terluka. Keduanya yakni Didik Santoso dan Ulum.
Didik mengalami luka pada tangan dan memar di bagian kepala. Sementara Ulum masih menjalani perawatan di RS Aura Syifa.
“Warga sementara yang diketahui dan fatal itu kemarin ke Sangkal Putung ada dua orang, namanya Didi Santoso dan satu lagi Ulum. Sekarang masih opname di Rumah Sakit Aura Syifa,” terangnya.
Pemerintah Desa Plumbon Gambang telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Setelah kejadian, pemerintah desa juga berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas hingga sekitar pukul 06.00 WIB.
“Ya, kami selaku pemerintah jelas tidak menerima warga kami sampai terjadi seperti itu. Jadi saya melaporkan ke yang berwajib,” tegasnya.
Nur Wakit berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi. Ia menyayangkan rombongan tersebut sampai masuk ke permukiman warga dan menyebabkan sejumlah warga menjadi korban.
“Itu yang saya sayangkan dan sangat prihatin. Kenapa perguruan sampai masuk ke dalam kampung dan menyerang warga kami,” pungkasnya. (*)







