RSUD di Blitar Belum Miliki Layanan Kemoterapi, Sebagian Pasien Kanker Pilih Pengobatan Alternatif

oleh -59 Dilihat
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Christine Indrawati. (Foto: Calvin BT)

KabarBaik.co, Blitar – Pemerintah Kabupaten Blitar terus berupaya memperkuat layanan kesehatan, khususnya bagi penderita kanker. Meski program deteksi dini telah berjalan hingga tingkat puskesmas, ketersediaan layanan pengobatan lanjutan masih menjadi tantangan, terutama terkait fasilitas kemoterapi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Christine Indrawati, mengatakan rumah sakit umum daerah (RSUD) di Kabupaten Blitar sejatinya sudah mampu melakukan penegakan diagnosis kanker secara komprehensif. Diagnosis dilakukan melalui berbagai pemeriksaan penunjang, mulai dari laboratorium, patologi anatomi (PA), ultrasonografi (USG), hingga tindakan bedah onkologi.

“Untuk penegakan diagnosis, RSUD kita sebenarnya sudah cukup lengkap. Pemeriksaan laboratorium, PA, USG, sampai tindakan bedah onkologi sudah bisa dilakukan,” ujar Christine.

Namun demikian, ia mengakui layanan kemoterapi hingga saat ini belum tersedia di RSUD Kabupaten Blitar. “Kendala utama yang kami hadapi adalah belum tersedianya pusat layanan kemoterapi di RSUD Kabupaten Blitar,” katanya.

Kondisi tersebut membuat pasien yang telah mendapatkan diagnosis pasti dan membutuhkan kemoterapi harus dirujuk ke rumah sakit rujukan di tingkat provinsi. Selain keterbatasan fasilitas, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar juga menghadapi tantangan dari sisi kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan.

Christine menyebut, sebagian besar pasien kanker masih patuh mengikuti terapi medis sesuai anjuran tenaga kesehatan. Namun, tidak sedikit pula yang memilih jalur pengobatan alternatif. “Masih ada pasien yang berpindah ke pengobatan alternatif, sehingga ketika kembali ke layanan medis kondisinya sudah lebih berat,” jelasnya.

Tantangan juga muncul pada pasien kanker dengan stadium lanjut. Dalam kondisi tertentu, ketika peluang kesembuhan secara medis sudah sangat kecil, sebagian pasien memilih menjalani perawatan paliatif atau perawatan pendukung di rumah. “Pada tahap ini, fokus penanganan bukan lagi pada penyembuhan, tetapi bagaimana kualitas hidup pasien tetap terjaga dan nyaman,” imbuh Christine.

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah daerah tetap berkomitmen memberikan layanan berkelanjutan bagi pasien kanker. “Kami tetap mendampingi pasien, memastikan mereka mendapatkan layanan yang layak, meskipun untuk tindakan tertentu seperti kemoterapi masih harus dirujuk ke luar daerah,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.