KabarBaik.co – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang kembali memakan korban di Kabupaten Jember. Sebuah rumah non-permanen di Dusun Krajan Barat, Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, dilaporkan roboh total pada Selasa dini hari (27/1) sekitar pukul 01.00 WIB.
Insiden ini mengakibatkan pemilik rumah, Putri Ramadhani, 19 tahun, mengalami luka-luka akibat tertimpa material bangunan saat sedang tertidur lelap.
Berdasarkan data dari Pusdalops BPBD Kabupaten Jember, rumah berukuran 5,2 m×5,5 m tersebut diduga ambruk karena konstruksi bangunan yang sudah lapuk. Kondisi kayu yang tidak lagi kokoh tak mampu menahan terpaan hujan dan angin kencang yang melanda.
“Pada saat kejadian, penghuni rumah sedang tidur. Tiba-tiba rumah ambruk dan material atap mengenai bagian pundak serta pinggul korban,” ujar Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo.
Ia mengatakan, saat itu korban langsung dilarikan ke Puskesmas Arjasa untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka memar yang dideritanya.
“Saat ini, korban dilaporkan telah dalam kondisi stabil namun harus mengungsi ke rumah orang tuanya karena tempat tinggalnya rusak berat (RB) dan belum bisa ditempati,” katanya.
Edy juga menyampaikan bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember langsung terjun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pendistribusian bantuan logistik darurat. Bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako, peralatan kebersihan, family kit, selimut, hingga terpal.
Tak hanya bantuan logistik pangan, BPBD Jember melalui tim Jitupasna (Pengkajian Kebutuhan Pascabencana) juga telah menyiapkan bantuan material bangunan untuk proses renovasi.
“Ada 1.200 buah batu bata, 30 batang kayu usuk, 60 batang kayu reng dan 750 buah genteng,” ungkap Edy.
Pihak BPBD Kabupaten Jember mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mengancam wilayah Jember. Warga diminta memeriksa kembali kondisi fisik bangunan, terutama yang sudah tua atau bermaterial kayu, guna mengantisipasi kejadian serupa. (*)






