Rupiah Tembus Rp 17 Ribu Akibat Terseret Lonjakan Harga Minyak Dunia

oleh -153 Dilihat
e37dd444 83ab 4c21 b25e 434c1a4d7a48
Ilustrasi uang palsu pecahan Rp 100 ribu (Foto: Dwi Kuntarto Aji)

KabarBaik.co, Jakarta – Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin (9/3), bergerak melemah 76 poin atau 0,45 persen menembus Rp 17.001 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp 16.925 per dolar AS.

Melemahnya rupiah terhadap dolar AS seiring meningkatnya sentimen penghindaran risiko (risk off) di pasar global akibat lonjakan harga minyak dunia.

Analis mata uang dari Doo Financial Futures Lukman Leong menilai tekanan terhadap rupiah dipicu kekhawatiran pasar terhadap dampak kenaikan tajam harga minyak mentah yang berpotensi menekan perekonomian global dan meningkatkan inflasi.

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS oleh sentimen risk off yang memburuk dipicu kenaikan harga minyak mentah yang melewati 100 dolar AS per barel yang dikhawatirkan akan berdampak besar pada perekonomian global dan inflasi,” ujar Lukman kepada ANTARA di Jakarta.

Ia memperkirakan pergerakan rupiah hari ini berada pada kisaran Rp 16.900 hingga Rp 17.050 per dolar AS.

Adapun kenaikan harga minyak terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran dilaporkan meluas ke berbagai wilayah sehingga memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global.

Ketidakpastian juga meningkat setelah Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi baru Iran menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas.

Penunjukan figur yang dikenal dekat dengan kelompok garis keras tersebut memperkuat persepsi pasar bahwa Iran kemungkinan tidak akan segera melunak dalam konflik dengan AS dan Israel.

Eskalasi konflik juga berdampak pada jalur pelayaran energi strategis di Selat Hormuz yang memicu lonjakan harga minyak global.

Pada pukul 07.50 WIB, harga minyak mentah jenis WTI tercatat melonjak 20,81 persen menjadi 109,82 dolar AS per barel, sementara minyak Brent naik 18,17 persen menjadi 109,53 dolar AS per barel.

Lonjakan tersebut memperbesar kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global yang pada akhirnya turut menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. (ANTARA)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.