KabarBaik.co – Suasana formal Taklimat Presiden RI bersama ribuan rektor dan pimpinan perguruan tinggi di halaman tengah Istana Kepresidenan, Kamis (15/1) kemarin, mendadak cair. Presiden Prabowo Subianto sedikit tertawa saat memperkenalkan jajaran kabinetnya, terutama ketika menyebut nama Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono.
Kejadian bermula saat Presiden Prabowo membacakan daftar pejabat yang hadir. Ketika sampai pada nama Sudaryono, langkah bicaranya terhenti sejenak sambil menatap teks di tangannya dengan dahi berkerut.
“Wakil Menteri Pertanian, Dr. Sudaryono, S.Hub.Int… Sarjana Hubungan… Ini salah ini ya? Salah kan? Aku tahu salah, nggak ada ini,” seloroh Prabowo sembari tertawa kecil yang disambut riuh tawa 1.200 rektor dan guru besar yang hadir.
Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya sangat mengenali rekam jejak Sudaryono. Sebelum menjabat sebagai Wakil Menteri, Sudaryono merupakan Sekretaris Pribadi (Sekpri) kepercayaan Prabowo. Kedekatan bertahun-tahun itulah yang membuat sang Presiden merasa ada “kejanggalan” pada penulisan gelar atau teks protokoler tersebut.
“Bekas Sekpri saya, jadi saya hafal itu. Kelakuannya saya hafal. Makanya banyak” ujar Prabowo sembari tertawa lalu memberikan gestur hormat dan menunjuk bangga ke arah Sudaryono.
Tak hanya bercanda, Prabowo menyelipkan pesan inspiratif di balik kedekatannya dengan sang Wamen Pertanian tersebut. Ia memuji perjalanan hidup Sudaryono yang berhasil meniti karier dari bawah hingga masuk ke jajaran kabinet.
“Anak petani, akhirnya jadi Wakil Menteri Pertanian,” tambah Prabowo dengan nada bangga.
Dalam acara itu, Prabowo menyampaikan Taklimat Presiden 2026 yang merupakan agenda strategis untuk menyelaraskan visi pemerintah dengan sektor pendidikan tinggi.
Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat riset dan inovasi yang berorientasi pada pembangunan industri nasional dan peningkatan pendapatan negara.
Dengan dorongan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan visinya bahwa Indonesia tidak hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga unggul dalam mengolahnya melalui ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi anak bangsa.
Dalam sepekan terakhir, fokus Presiden Prabowo memang tertuju pada penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pemerintah memandang pendidikan sebagai fondasi utama untuk mendukung program prioritas lainnya, yakni swasembada pangan dan energi.

Profil Singkat
Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M, MBA, yang akrab disapa Mas Dar, lahir di Grobogan pada 23 Januari 1985. Masa kecilnya dihabiskan di Dusun Mangunrejo, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh. Kini, di usia 40 tahun, ia dikenal sebagai figur berpengaruh dengan reputasi yang mengesankan.
Kecil Memikul Jerami, Dewasa jadi Wakil Menteri
Mengutip laman pribadinya, Sudaryono adalah seorang anak petani dari Dukuh Mangunrejo, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Mas Dar, sapaannya, adalah anak semata wayang dari pasangan Yahyo dan Suwarni. Meski anak tunggal, Mas Dar diajari kedisiplinan sejak kecil. Dia tidak pernah dimanjakan.
Nilai rapor sekolah Sudaryono selalu di atas delapan. Mas Dar juga rajin membantu pekerjaan orang tuanya untuk bertani. Setiap hari, ia memikul dua ember air dari sumur desa ke rumahnya dengan jarak hampir satu kilometer. Ia juga diberi tugas memanggul jerami dari sawah ke rumah untuk pakan sapi ternak mereka.
Sudaryono menempuh pendidikan Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Tambirejo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Ia melanjutkan pendidikan menengah di SMP Negeri 2 Toroh, salah satu sekolah favorit kala itu. Sudaryono kemudian mendapat beasiswa masuk ke SMA Taruna Nusantara.
Mengaku sempat minder, Sudaryono satu-satunya anak dusun yang miskin. Sementara teman-temannya mayoritas adalah anak orang mampu, bahkan banyak dari mereka adalah anak jenderal.
Setelah lulus SMA, Sudaryono kembali mendapatkan beasiswa dan melanjutkan pendidikan sarjana ke National Defense Academy of Japan. Kemudian, ia menamatkan pendidikan Magister Bisnis Administrasi di Swiss German University dengan meraih dua gelar akademis sekaligus atau Double Degree. Sudaryono kemudian melanjutkan pendidikan Doktor di Institut Pertanian Bogor (IPB).
Dalam kariernya sebagai Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono juga mendapat tanda kehormatan Bintang Mahaputera Pratama serta Bintang Satyalencana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia.
Sebuah tanda kehormatan yang diberikan Pemerintah Republik Indonesia kepada para warganya yang telah memberikan darma bakti yang besar kepada negara dan bangsa Indonesia sehingga dapat menjadi teladan bagi orang lain.
*Lima Tahun Jadi Aspri Prabowo*
Sudaryono pernah bertugas sebagai asisten pribadi Presiden Terpilih Prabowo Subianto selama lima tahun, dari 2010 hingga 2014. Selama periode tersebut, ia tinggal serumah dengan Prabowo dan menjadi sangat akrab dengan buku-buku yang sering dibaca serta cita-cita Prabowo.
Kedekatan bertahun-tahun itulah yang membuat sang Presiden merasa ada “kejanggalan” pada penulisan gelar atau teks protokoler saat nama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono disebut dalam acara Taklimat Presiden Republik Indonesia di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 15 Januari 2026 tersebut.(*)







