KabarBaik.co,Jombang – Paguyuban Pujasera Gus Dur Merdeka Stadion Jombang menggelar doa bersama dan santunan anak yatim dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, Kamis (12/2) malam.
Meski diguyur hujan, kegiatan yang berlangsung di halaman utara Stadion Merdeka Jombang itu tetap berjalan khidmat.
Acara bertajuk Marhaban Ya Ramadan tersebut digelar di kompleks pujasera Jalan Gus Dur, tepatnya di depan Bank Jombang Tower.
Kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan paguyuban sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus rasa syukur menjelang Ramadan. Tahun ini merupakan pelaksanaan kedua sejak program tersebut dimulai.
Kepala Bidang Keagamaan Paguyuban Pujasera Gus Dur Merdeka Stadion Jombang, Iksan, mengatakan santunan difokuskan kepada anak-anak yatim di sekitar kawasan stadion.
“Ini kegiatan rutin tahunan dalam rangka menyambut bulan Ramadan dan berbagi kasih terhadap anak-anak yatim. Tahun ini adalah tahun kedua dan ada peningkatan dibanding tahun lalu,” ujar Iksan kepada wartawan di lokasi.
Jika tahun sebelumnya santunan diberikan kepada 50 anak yatim, tahun ini jumlah penerima meningkat menjadi 70 anak. Paguyuban pun berkomitmen untuk terus menambah jumlah penerima manfaat pada tahun-tahun mendatang.
“Tahun kemarin 50 anak, sekarang mencapai 70 anak yatim. Insyaallah tahun depan akan kita tingkatkan lagi,” tambahnya.
Hujan yang turun sejak awal acara tak menyurutkan antusiasme peserta. Doa bersama dan pemberian santunan tetap berlangsung dengan penuh kekhidmatan.
Iksan menjelaskan seluruh dana santunan berasal dari swadaya anggota paguyuban. Para pedagang secara mandiri mengisi kotak donasi setiap hari yang kemudian dikumpulkan untuk program santunan.
“Kami dari dulu memang independen. Penggalian dana dari anggota kami sendiri. Setiap hari kami bawa kotak untuk santunan, diisi tiap hari,” jelasnya.
Dari pengumpulan dana harian tersebut, paguyuban berhasil menghimpun sekitar Rp 12 juta yang digunakan untuk kegiatan santunan tahun ini.
Ke depan, paguyuban berencana memperluas sasaran penerima manfaat. Tak hanya anak yatim, tetapi juga fakir miskin, lansia, serta janda kurang mampu. Program pembagian takjil saat Ramadan juga telah masuk dalam agenda kegiatan.
“Harapan kami ke depan bisa menjangkau lebih banyak lagi. Bukan hanya anak yatim, tapi juga fakir miskin, lansia dan janda. Termasuk pembagian takjil sudah kita programkan,” ungkap Iksan.
Saat ini, Paguyuban Pujasera Gus Dur Merdeka Stadion Jombang menaungi sekitar 40 pedagang pengguna stan dan lima petugas parkir.
Selain kegiatan sosial tahunan, paguyuban juga rutin menggelar kegiatan keagamaan setiap Kamis Kliwon atau malam Jumat Legi.
Pada hari tersebut, seluruh pedagang sepakat libur berjualan dan mengisi waktu dengan arisan, doa tahlil yang berpindah dari rumah ke rumah anggota, serta doa bersama di area stadion pada malam harinya.
“Setiap Kamis Kliwon atau malam Jumat Legi kami memang libur. Itu sudah menjadi kesepakatan sejak paguyuban ini berdiri. Pagi arisan dan kirim doa di rumah anggota, malamnya berkumpul di stadion untuk doa bersama dan baca tahlil,” pungkasnya.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, paguyuban tak hanya menjadi wadah ekonomi bagi para pedagang, tetapi juga berupaya mengambil peran sosial bagi masyarakat sekitar. (*)






