Kabarbaik.co, Nganjuk – Hujan deras disertai angin kencang melanda Desa Teken Glagahan, Loceret, tepatnya di Raya Berbek – Loceret sekitar pukul 15.30 WIB, Rabu (4/2). Bencana itu mengakibatkan sebuah dahan pohon trembesi tumbang dan menutupi sebagian lintasan jalan.
Hanya dalam waktu kurang darisetengah jam sejak laporan diterima, jalan kembali dapat dilalui dengan lancar. Kecepatan penanganan ini bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari sistem kerja yang terstruktur dan kolaborasi erat antar instansi yang sudah terbina dengan baik.
Kalaksa BPBD Nganjuk, Sutomo, mengungkapkan bahwa sistem pemantauan informasi masyarakat menjadi pijakan utama kecepatan tanggapan mereka.
“Kami memiliki jalur komunikasi yang terbuka untuk masyarakat, baik melalui telepon darurat maupun aplikasi pelaporan yang sudah kami sebarkan. Laporan pertama datang pada pukul 15.46 WIB, dan dalam waktu 5 menit, tim sudah siap berangkat dengan alat yang diperlukan,” jelas Sutomo, Kamis (5/2).
Menurut Sutomo, setiap petugas telah dilatih untuk dapat menilai skala kejadian hanya dari informasi awal, sehingga dapat menyiapkan peralatan yang tepat, mulai dari gergaji mesin hingga alat pengangkat yang mungkin dibutuhkan.

Perwira Koramil Loceret yang turut terlibat, Letnan Inf. Budi Santoso, menambahkan bahwa peran koramil tidak hanya dalam pengaturan lalu lintas, tetapi juga dalam membantu evakuasi dan memastikan keamanan warga yang datang melihat kejadian.
“Kita fokus pada dua hal, menjaga agar tidak ada kerumunan yang mengganggu proses penanganan, dan memastikan tidak ada risiko tambahan dari cuaca yang masih tidak stabil saat itu,” katanya
Meski kejadian ini berhasil ditangani dengan baik, BPBD Nganjuk tetap mengingatkan masyarakat untuk tidak mengendurkan kewaspadaan. Cuaca ekstrem yang sering terjadi akhir-akhir ini menjadi perhatian serius, terutama di wilayah yang banyak terdapat pepohonan besar di sepanjang jalan raya.
“Kita akan melakukan pemetaan ulang pepohonan di sepanjang jalan utama di Kabupaten Nganjuk, terutama yang sudah berpotensi tumbang. Selain itu, kita juga akan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat tentang cara menghadapi cuaca ekstrem dan pentingnya melaporkan kejadian secara cepat,” pungkas Sutomo. (*)







