KabarBaik.co – Setelah melakukan OTT terhadap pegawai pajak di Jakarta Utara, KPK kembali melakukan OTT. Kali ini KPK langsung melakukan ‘brace’.
KPK OTT dua kepala daerah sekaligus. KPK OTT Wali Kota Madiun dan Bupati Pati pada Senin (20/1).
KPK terlebih dahulu mengumumkan bahwa pihaknya telah melakukan OTT terhadap Wali Kota Madiun Maidi. KPK OTT Maidi sejak Senin pagi. Ada 15 orang yang kena OTTm termasuk Maidi.
“Salah satunya Wali Kota Madiun,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (19/1).
Mereka kemudian dibawa ke Polres Madiun Kota yang dipinjam KPK untuk melakukan pemeriksaan. Dari 15 orang yang ditangkap, 9 di antaranya dibawa ke Jakarta, termasuk Maidi.
KPK mengungkapkan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wali Kota Madiun Maidi terkait dengan dugaan korupsi proyek dan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR) di Kota Madiun, Jawa Timur.
“Peristiwa tertangkap tangan ini diduga terkait dengan fee (biaya komitmen) proyek, dan dana CSR di wilayah Kota Madiun,” kata Budi.
KPK juga mengatakan telah menyita uang senilai ratusan juta rupiah dari OTT terkait Wali Kota Madiun Maidi.
“Tim mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai senilai ratusan juta rupiah,” lanjut Budi Prasetyo.
Kepada wartawan, Budi mengumumkan telah melakukan OTT juga terhadap Bupati Pati Sudewo (SDW).
“Benar, salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangkap di Pati adalah saudara SDW,” lanjut Budi.
Setelah di-OTT, Sudewo diperiksa secara intensif oleh KPK di Polres Kudus. Belum diketahui kasus korupsi apa yang menjerat Sudewo.
KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status dari Maidi dan Sudewo dan pihak-pihak lain yang ditangkap sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).








