Satu Ditembak, Polres Gresik Tetapkan Tersangka Tiga Pentolan Gangster

oleh -1553 Dilihat
IMG 9415 scaled
Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu saat merilis tersangka gangster. (Foto: Andika DP)

KabarBaik.co – Polres Gresik menetapkan tersangka terhadap tiga pentolan gangster “kampungan” yang membuat onar hingga membacok dua pemuda di Gresik utara pada Minggu (4/1). Sementara itu, lima pelaku masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron.

Tiga tersangka yang sudah diamankan yakni Muhammad Sahal Mahfudh alias MSM, 18 tahun, asal Desa Kertosono, Sidayu. Kemudian Muhammad Yusrisfan Faharizi alias Somad (26), asal Desa Kedanyang, Kebomas. Dan Muhammad Kowiyun Aziz alias MKA (21), asal Desa Racitengah, Sidayu.

Penetapan tersangka terhadap tiga anggota gangster itu dikonfirmasi oleh Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu. MSM diamankan di rumahnya tanpa perlawanan, Somad diringkus di wilayah Dlangu, Mojokerto dan dihadiahi timah panas. Sementara MKA ditangkap saat sembunyi di wilayah Plumpang, Tuban.

“Untuk otak pelaku gangster kampungan ini (Somad, Red) diberikan tindakan tegas terukur (ditembak) pada kaki bagian kanan karena melakukan perlawanan kepada petugas saat diamankan,” ungkap AKBP Rovan, Jumat (9/1).

IMG 9408 scaled
Tersangka Somad terpincang-pincang usai kakinya dijebol timah panas. (Foto: Andika DP)

MSM dijerat Pasal 262 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Sementara Somad dikenakan Pasal 479 dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Dan MKA disangkakan Pasal 262 dan/atau Pasal 479.

Rovan juga mengungkap pihaknya sempat mengamankan lima anak di bawah umur. Namun mereka hanya diperiksa sebagai saksi karena hanya ikut konvoi tapi tidak melakukan pengeroyokan. Lima anak itu dikenai wajib lapor dan sanksi sosial selama 2 minggu.

Selain itu, setelah melakukan pemeriksaan terhadap 20 saksi, Polres Gresik menetapkan lima orang DPO. Yakni berinisial AZN, AZ, PSH, IPN dan DVD. “Kami imbau agar para DPO segera menyerahkan diri, karena akan ditangkap. Dan siapapun yang menyembunyikan atau membantu pelarian para pelaku akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya para pelaku mulanya berkumpul lalu melakukan sweeping. Mereka mencari orang yang memakai atribut perguruan silat lain lalu melakukan pengeroyokan dan merampasnya.

“Jadi motifnya untuk cari nama, otak pelaku mengumpulkan anak-anak yang bisa dikontrol untuk konvoi tersebut. Memang hanya untuk gaya-gayaan,” tandas Arya. Pihaknya menegaskan akan memburu seluruh pelaku.

Sebelumnya diberitakan, gerombolan gangster bersenjata tajam (sajam) membuat onar di wilayah Gresik utara Kecamatan Dukun dan Panceng pada Minggu (4/1) dini hari. Dua pemuda menjadi korban pengeroyoan dan terkena sabetan sajam. Tiga HP juga ikut dirampas.

Gerombolan ini melakukan konvoi dengan membawa sajam berupa parang dan linggis besi. Salah satu korban bahkan mengalami luka robek di bagian punggung akibat sabetan benda tajam.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.