KabarBaik.co, Pasuruan – Aksi demo di depan kantor Bupati Pasuruan dilakukan oleh puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pasuruan, Senin (16/3). Peserta aksi bahkan nyaris ricuh dengan Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat.
Aksi ini dipicu akibat keteledoran dan pembiaran pemerintah terhadap bekas tambang yang ada di Desa Jeladri, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Muhammad Sofa Alfian (12) meninggal dunia karena terjatuh di kubangan bekas tambang galian C pada Senin (9/3) lalu.
Pemerintah hingga kini tidak melakukan tindakan apapun terhadap pemilik tambang. Bahkan tidak pernah melihat kondisi bekas tambang galian C tersebut. Para mahasiswa mengucapkan bela sungkawa terhadap Pemerintah Kabupaten Pasuruan yang dinilai telah mati hati nuraninya.
“Aksi ini dipicu mmeningganya warga akibat tenggelam di bekas galian C, tapi pemerintahan tidak ada respons akan kejadian tersebut,” kata Ubaidillah, koordinator aksi.
Nur Kholis, kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan, menyampaikan bahwa kritikan mahasiswa menjadi koreksi atas kinerjanya. Yang pasti prosedur kegiatan tambang di tempat itu mutlak menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Ini menjadi koreksi atas kinerja, tapi ada prosedur yang tidak bisa dilakukan oleh pemerintah daerah dan semua kewenangan ada di Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” terangnya. Selama aksi tersebut puluhan mahasiswa mendapatkan pengawalan ketat dari Satpol PP dan TTNI-Polri untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan. (*)






