KabarBaik.co- Waktu menuju musim haji 2026 terus bergerak. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI kembali mengeluarkan imbauan dan mengingatkan kepada para calon jemaah haji (CJH) tahun 2026 untuk melakukan pelunasan biaya haji. Sebab, sepekan ke depan, pelunasan tahap 1 akan ditutup.
Mengutip informasi akun Instagram @kemenhaj.ri, pada Sabtu (13/12), beberapa imbauan yang disampaikan oleh Kemenhaj RI untuk para calon jemaah haji 2026 antara lain:
- Bagi para calon jemaah haji yang berangkat tahun 2026, agar segera melakukan pelunasan karena pelunasan tahap 1 ini akan ditutup pada 23 Desember 2025 untuk haji reguler dan 24 Desember 2025 untuk haji khusus.
- Jika belum periksa kesehatan, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat. Proses pemeriksaan butuh waktu, lebih baik dilakukan secepatnya.
- Jika ada kendala, silakan email ke pengaduan@haji.go.id.
Sebagaimana pernah diberitakan, untuk dapat melakukan pelunasan biaya haji, syarat utama yang harus dinyatakan istithaah. Yakni, syarat kemampuan kesehatan jemaah. Pada musim haji mendatang, pemerintah memperketat standar kesehatan jemaah tersebut.
Dalam kunjungannya ketika meninjau pemeriksaan kesehatan CJH di Puskesmas Nusa Indah, Bengkulu, Jumat (12/12), Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan bahwa pengawasan Arab Saudi makin tegas. Jemaah yang tak memenuhi syarat, berisiko dipulangkan saat pemeriksaan acak di bandara.
Dalam proses pemerikaan kesehtaan itu, Dahnil melihat masih ada daerah yang bergerak lambat. Kondisi ini bisa berdampak pada pelunasan biaya haji karena status kesehatan menjadi dasar kelanjutan proses administrasi. Pemeriksaan tidak sekadar administratif, tetapi penentu kemampuan jemaah menjalankan ibadah. ‘’Maka, kami mendorong akselerasi, percepatan, karena perlambatan ikut mempengaruhi pelunasan,” ujarnya.
Dia menambahkan, percepatan istithaah butuh dukungan penuh dari Dinas Kesehatan (Dinkes) daerah. Dahnil berharap, fasilitas kesehatan harus cepat serta tetap menjaga alur pemeriksaan tetap rapi agar pelunasan tidak terhambat. Pemerintah juga ingin memastikan standar kesehatan Indonesia berjalan sejalan dengan ketentuan Pemerintah Arab Saudi yang semakin ketat. “Kami minta sinergi Dinkes dan sarana pemeriksaan supaya prosesnya cepat,” imbuhnya.
Dia juga mewanti-wanti agar tidak ada moral hazard dalam pemeriksaan. Praktik meloloskan jemaah yang tidak layak, nantinya merugikan jemaah sendiri. Pasalnya, risiko kesehatan di lapangan sangat besar. Karena itu, Kemenhaj menginginkan proses pemeriksaan kesehatan itu. etap bersih dan fokus pada keselamatan jemaah. ‘’Kami berharap tidak ada lagi upaya meloloskan jemaah yang tidak istithaah,” katanya.
Dahnil juga menyoroti kesiapan petugas yang mendampingi jemaah. Petugas harus siap bekerja penuh sepanjang hari karena dinamika kesehatan jemaah bisa berubah cepat. Pendampingan dianggap penting supaya jemaah merasa aman selama menjalankan rangkaian ibadah. ‘’Petugas harus benar-benar siap bertugas 25 jam setiap hari,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah KH Mochamad Irfan Yusuf juga menegaskan, istithaah dilakukan berlapis sejak masa tunggu. Jika kondisi jemaah tidak memungkinkan secara permanen, maka dilakukan penundaan atau pelimpahan porsi sesuai ketentuan.
Pemeriksaan akhir di embarkasi juga menjadi titik penting karena menentukan kelayakan jemaah untuk diterbangkan. Proses ini dianggap sebagai pagar terakhir sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. (*)
Rencana Jadwal Perjalanan Haji 1447 H/2026 M:
- 21 April 2026: Jemaah haji masuk asrama haji
- 22 April 2026: Awal pemberangkatan jemaah haji gelombang I dari Tanah Air ke Madinah
- 1 Mei 2026: Awal pemberangkatan jemaah haji gelombang I dari Madinah ke Makkah
- 6 Mei 2026: Akhir pemberangkatan jemaah haji gelombang I dari Tanah Air ke Madinah
- 7 Mei 2026: Awal pemberangkatan jemaah haji gelombang II dari Tanah Air ke Jeddah
- 15 Mei 2026: Akhir pemberangkatan jemaah haji gelombang I dari Madinah ke Makkah
- 21 Mei 2026: Akhir pemberangkatan jemaah haji gelombang II dari Tanah Air ke Jeddah
- 21 Mei 2026: Closing date KAAIA Jeddah (pukul 24.00 WAS)
- 25 Mei 2026: Pemberangkatan jemaah haji dari Makkah ke Arafah
- 26 Mei 2026: Wukuf di Arafah
- 27 Mei 2026: Idul Adha 1447 H
- 28 Mei 2026: Hari Tasyriq I
- 29 Mei 2026: Hari Tasyriq II (Nafar Awal)
- 30 Mei 2026: Hari Tasyriq III (Nafar Tsani)
- 1 Juni 2026: Awal pemulangan jemaah haji gelombang I dari Makkah melalui Bandara Jeddah ke Tanah Air
- 1 Juni 2026: Awal kedatangan jemaah haji gelombang I di Tanah Air
- 7 Juni 2026: Awal pemberangkatan jemaah haji gelombang II dari Makkah ke Madinah
- 15 Juni 2026: Akhir pemulangan jemaah haji gelombang I dari Jeddah ke Tanah Air
- 16 Juni 2026: Tahun Baru Hijriah 1448 H
- 16 Juni 2026 Awal pemulangan jemaah haji gelombang II dari Madinah ke Tanah Air
- 16 Juni 2026: Awal kedatangan jemaah haji gelombang II di Tanah Air
- 21 Juni 2026: Akhir pemberangkatan jemaah haji gelombang II dari Makkah ke Madinah
- 30 Juni 2026: Akhir pemulangan jemaah haji gelombang II dari Madinah ke Tanah Air
- 1 Juli 2026: Akhir kedatangan jemaah haji gelombang II di Tanah Air







