Semangat Menulis Guru MTsN 15 Jombang Ini Tak Pernah Padam, Telurkan Ratusan Karya di Tengah Kesibukan Mengajar

oleh -341 Dilihat
Ni’matuz Zahroh, guru MTsN 15 Jombang

KabarBaik.co – Momentum Hari Guru Nasional 2025 menjadi momen refleksi tentang dedikasi para pendidik. Di Jombang, ada sosok guru yang semangatnya terus menyala bahkan setelah seharian penuh mengajar.

Ia adalah Ni’matuz Zahroh. Akrab disapa Anik, guru Bahasa Inggris MTsN 15 Jombang yang telah diam-diam melahirkan ratusan karya tulis.

Di rumah sederhananya di Desa Keras, Kecamatan Diwek, lampu meja kerjanya hampir tak pernah padam hingga larut malam.

Di balik cahaya temaram itulah, perempuan 48 tahun tersebut merangkai kata demi kata, menari bersama ide yang tak pernah berhenti datang.

Kecintaan Anik pada dunia literasi bukanlah sesuatu yang datang tiba-tiba. Minat itu tumbuh sejak ia masih duduk di bangku SMA.

“Sejak SMA saya memang sudah suka menulis. Waktu itu saya juga menjadi redaktur majalah sekolah,” kenangnya saat ditemui Selasa (25/11).

Namun, ritme penulisan yang lebih intens baru ia temukan saat pandemi COVID-19 melanda. Ketika aktivitas dunia seakan berhenti, Anik justru menemukan ruang baru untuk berkarya.

“Pandemi sekitar Maret 2020 membawa hikmah luar biasa. Di saat semua orang harus berhenti, saya justru menemukan waktu untuk menulis dan menerbitkan banyak buku,” tutur ibu tiga anak itu.

Ia memiliki satu motto yang selalu menjadi pegangan setiap kali mulai menulis.

“Yang terucap akan hilang, tapi yang tertulis akan abadi. Saya ingin apa pun yang saya alami bisa hidup lewat tulisan,” ujarnya.

Hingga kini, Anik telah menerbitkan sekitar 10 buku solo dan hampir 100 buku antologi. Jumlah itu, baginya, masih permulaan dari mimpi-mimpi besar yang ingin ia wujudkan.

Sebagai guru, aktivitas Anik tak hanya berkutat pada mengajar di kelas. Administrasi sekolah, kegiatan tambahan, hingga webinar kerap memenuhi harinya. Karena itu, waktu menulis hampir selalu ia curi setelah semua aktivitas selesai.

“Sehari penuh di sekolah, pulang sore. Menulisnya ya malam hari, biasanya setelah jam tujuh malam. Kalau tidak ada acara atau webinar, saya pasti menyempatkan diri untuk menulis,” bebernya.

Dari ruang sunyi malam itulah berbagai cerita lahir. Sebagian besar karyanya berupa novel dan kumpulan cerpen. Meski begitu, ia juga memiliki beberapa buku nonfiksi yang berkaitan dengan praktik pembelajaran.

“Saya adalah penulis fiksi. Jadi kebanyakan buku saya adalah novel atau kumpulan cerpen. Ada juga satu buku nonfiksi tentang praktik baik mengajar,” jelasnya.

Dalam perjalanan panjangnya sebagai pendidik sekaligus penulis, Anik tak lupa menyampaikan pesan untuk rekan-rekan guru di seluruh Indonesia.

“Untuk teman-teman guru, tetaplah berkarya. Kita berjuang untuk anak didik dan masa depan bangsa,” ucapnya.

Sementara untuk murid-muridnya dan generasi muda Indonesia, Anik menekankan pentingnya membaca.

“Bacalah. Dengan membaca, kalian akan mengenal dunia,” pungkasnya.

Kisah Anik menjadi bukti bahwa dedikasi guru tidak hanya hadir di dalam kelas, tetapi juga melalui karya yang menginspirasi banyak orang. Semangatnya menjadi cahaya bagi dunia pendidikan dan literasi Indonesia. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.