KabarBaik.co – DPRD Kabupaten Mojokerto merekomendasikan PT Energi Agro Nusantara (Enero) untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat sekitar, salah satunya dengan menyalurkan biogas sebagai bahan bakar rumah tangga. Perusahaan pun menyambut baik rekomendasi ini.
“Kami berharap perusahaan ini bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat, khususnya untuk pemberian CSR-nya. Salah satunya bisa menyalurkan biogas ke saluran rumah tangga,” ungkap Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Khoirul Amin pada Jumat (7/2).
DPRD mendorong agar kontribusi positif ini segera direalisasikan sehingga warga sekitar perusahaan dapat merasakan manfaatnya.
Khoirul Amin juga menyoroti keluhan warga terkait bau tidak sedap yang berasal dari aktivitas perusahaan. DPRD meminta Enero untuk berbenah, terutama dalam penanganan bau yang mengganggu kenyamanan masyarakat.
Mengenai polemik pupuk cair yang sempat terjadi di masyarakat, Khoirul Amin menjelaskan bahwa menurut keterangan perusahaan, pupuk cair tersebut sudah memiliki legalitas yang jelas dan kerap dimanfaatkan oleh petani tebu.
Sebagai komitmen, DPRD akan kembali memanggil manajemen perusahaan bersama dinas lingkungan hidup untuk membahas lebih lanjut mengenai penyaluran biogas kepada masyarakat.
Sementara itu, Direktur PT Enero Puji Setiawan, mengungkapkan komitmennya untuk berkontribusi positif kepada masyarakat sekitar, salah satunya dengan menyalurkan biogas sebagai bahan bakar.
“Komitmen saya hari ini, kami akan menyiapkan surat ke penanam saham, saya akan menyampaikan menindaklanjuti dari rekomendasi DPRD kabupaten Mojokerto, untuk diberi budgeting untuk melakukan CSR kepada warga,” ungkapnya.
Namun, kebijakan ini akan dilakukan secara bertahap. Puji Setiawan juga menjelaskan bahwa pemahaman warga sekitar terkait biogas masih baru, sehingga perlu dilakukan uji coba terlebih dahulu di beberapa rumah untuk memastikan keamanannya sebelum dikembangkan lebih lanjut.
“Kita coba dahulu dari aspek safety-nya seperti apa. Jadi perlu kita uji coba di beberapa rumah. Setelah nyaman baru kita kembangkan. Secara potensi kita bisa menyalurkan 100-200 meter kubik per jam. Singkatnya estimasi kita, 3 kilogram LPG melon itu, setara 9 kilogram biogas, itu baru sama energinya,” pungkasnya.
Diprotes Warga Akibat Bau Menyengat, PT Enero di Mojokerto Hentikan Produksi Sementara
Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto telah menginstruksikan PT Energi Agro Nusantara (ENERO) untuk menghentikan sementara produksi mereka. Hal ini menyusul keluhan warga terkait bau menyengat yang diduga berasal dari aktivitas produksi perusahaan tersebut.
Kepala DLH Kabupaten Mojokerto Zaqqi, menyatakan bahwa pihaknya telah memanggil perwakilan ENERO untuk membahas masalah pencemaran bau yang ditimbulkan.
“Terkait pencemaran bau, DLH Kabupaten Mojokerto telah memerintahkan kepada PT ENERO untuk segera menghentikan kegiatan operasional pada tanggal 27 Januari,” ujar Zaqqi, dalam keterangannya pada Senin (3/2). (*)







