KabarBaik.co – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kelompok rentan di Kota Kediri. wali kota termuda itu turun langsung ke sejumlah rumah warga untuk menyerahkan bantuan sosial berupa alat bantu mobilitas dan bantuan biaya hidup.
Salah satu momen penuh haru terjadi saat Mbak Wali mengunjungi rumah Erika, anak perempuan asal Kelurahan Ngletih yang mengalami celebral palsy. Sejak usia 6 bulan, Erika kerap mengalami kejang dan kini kesulitan berjalan. Sebagai bentuk dukungan, Mbak Wali menyerahkan bantuan berupa sepatu Knee-Ankle-Foot Orthosis (KAFO) serta paket sembako untuk meringankan beban keluarga.
“Dulu sempat sekolah TK, tapi sekarang tidak mau sekolah karena suasana hatinya yang tidak stabil. Insyaallah akan kami upayakan kembali,” tutur Riyanti, ibu Erika, Selasa (8/7).
Tak hanya bantuan fisik, Erika juga akan mendapatkan treatment lanjutan agar bisa terbiasa menggunakan sepatu KAFO tersebut dalam aktivitas sehari-hari. Mbak Wali juga menginstruksikan Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan agar memberikan solusi pendidikan yang fleksibel untuk Erika, seperti melalui PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat).
“Dengan waktu yang tidak seketat sekolah formal, kami harap Erika bisa semangat belajar lagi,” ujar Mbak Wali.
Tak hanya Erika, bantuan sosial juga diberikan kepada tiga warga lain. Sukirno, warga Kelurahan Betet yang sehari-hari berjualan mainan keliling sekolah, menerima bantuan biaya hidup sebesar Rp 2,2 juta untuk periode 11 bulan (Februari–Desember 2025).
Selanjutnya, Supriyadi, warga Kelurahan Ngletih dengan disabilitas mental, juga mendapat bantuan sebesar Rp 1,2 juta untuk 6 bulan (April–September 2025). Supriyadi selama ini dibantu tetangga untuk kebutuhan makan sehari-hari.
Kemudian, bantuan kursi roda multiguna 3 in 1 diberikan kepada Makhruzar, warga Kelurahan Pesantren yang tidak bisa berjalan akibat kecelakaan pada Januari lalu. Selain kondisi fisik, Makhruzar juga tergolong warga tidak mampu.
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Paulus Luhur menjelaskan bantuan ini merupakan bagian dari program tanggap darurat sosial yang bersifat tidak terencana. Teknis pengajuannya dilakukan melalui surat kepada Wali Kota, kemudian Dinsos melakukan asesmen dan survei lapangan.
“Untuk tahap ini, ada 44 penerima. Terdiri dari 14 orang penerima alat bantu disabilitas dan 30 orang penerima bantuan biaya hidup. Warga bisa mengajukan melalui TRC kelurahan,” jelasnya.
Melalui penyerahan langsung ini, Mbak Wali menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kediri hadir untuk mendengar, merespons, dan memberi solusi bagi warganya. Ia berharap, perhatian yang diberikan mampu mendorong semangat hidup dan rasa percaya diri penerima bantuan.
“Semoga bantuan ini bermanfaat. Bagi masyarakat yang membutuhkan, silakan hubungi TRC di kelurahan agar bisa segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.
Turut mendampingi dalam kegiatan ini Camat Pesantren Widiantoro, jajaran lurah, RT/RW, tim TRC kelurahan, serta perangkat lingkungan setempat. (*)