KabarBaik.co – Muhammad Mustofa (28), korban dalam peristiwa ledakan bom ikan (bondet) di rumah Sundari di Desa Ngepoh, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, Rabu (20/8) lalu, meninggal dunia setelah beberapa hari mendapatkan perawatan di RSUD Bangil.
Kabar meninggalnya korban disampaikan Kasi Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Suseno, tepat sepekan setelah kejadian ledakan bondet menimpanya. “Tadi mendapatkan informasi bahwa korban ledakan meninggal setelah mendapatkan perawatan medis tepat seminggu,” kata Joko, Rabu (28/8).
Joko menyampaikan, selain pergelangan tangan yang putus, korban juga mengalami luka bakar serius hingga 90 persen lebih di tubuhnya. “Lukanya di sekujur tubuh akibat ledakan, ditambah putus pergelangan tangannya,” ucap Joko. Saat ini jenazah korban masih berada di RSUD Bangil untuk proses penyerahan kepada keluarga.
Sebelumnya, ledakan bom ikan (bondet) yang terjadi di rumah Sundari, warga Ngepoh, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, Rabu (20/8) lalu, terus ditangani polisi. Satreskrim Polres Pasuruan terus mengembangkan penyelidikan dengan menemukan bondet di lokasi dan beberapa barang bukti lainnya.
Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Adimas Firmansyah mengungkapkan, pihaknya terus melakukan penyelidikan. Terutama mengejar penyuplai bahan peledak yang digunakan korban. Dalam peristiwa itu, Muhammad Mustofa (28), cucu pemilik rumah menjadi korban ledakan.
“Kita dalam penyelidikan pelaku penyuplai bahan peledak yang selama ini digunakan korban untuk membuat bondet,” kata Adimas, Jumat (22/8). Menurutnya, kasus ini terus menjadi perhatian seiring korban yang merupakan daftar pencarian orang (DPO) kasus curanmor. Dia diketahui sering menakuti orang lain dengan lemparan bondet. (*)







