Sepekan Hilang, Bocah 1 Tahun Asal Blitar yang Teseret Arus Selokan Ditemukan di Tulungagung

oleh -640 Dilihat
fe647270 b78a 4645 be20 0dd27b02c8ae
Korban saat dievakuasi. (Foto: Ist)

KabarBaik.co– Pencarian selama sepekan terhadap MA, balita berusia 1 tahun 10 bulan yang hilang terseret arus selokan di Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, berakhir duka.

Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di Sungai Brantas, Tulungagung pada Sabtu (24/5) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kasi Humas Polres Blitar Iptu Samsul Anwar, membenarkan penemuan jasad korban oleh tim pencari gabungan. Jasad bocah malang itu mengapung di kawasan Sungai Brantas, tepatnya di timur Jembatan Ngujang 1, wilayah Tulungagung.

“Korban ditemukan tak bernyawa di tepian Sungai Brantas, wilayah Tulungagung,” ujar Iptu Samsul Anwar saat dikonfirmasi, Minggu (25/5).

Hilang saat Bermain, Balita di Blitar Diduga Hanyut Terseret Arus Selokan

Penemuan ini bertepatan dengan hari terakhir masa pencarian. Jenazah MA ditemukan tersangkut semak dan sampah dengan jarak sekitar 15 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan hilang. Dugaan awal bahwa saluran air di depan rumah korban bermuara ke Sungai Brantas pun terbukti benar.

Sebelumnya, peristiwa ini terjadi pada Minggu (18/5) sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, korban tengah bermain air bersama keponakannya di samping rumah. Di bawah pengawasan sang ibu, mereka bermain di aliran grojokan kecil.

Namun, ketika ibu korban pergi sebentar ke dapur, balita malang itu diduga berjalan ke arah selokan saat arus sedang deras dan kemudian hilang.

Setelah dilakukan pemeriksaan luar di RSUD dr. Iskak Tulungagung, jenazah akan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.