KabarBaik.co – Seminggu sejak diberlakukannya aturan kepatuhan jam larangan operasional angkutan barang, galian C, dan batu bara pascadeklarasi Forkopimda pada (9/9) lalu, dampaknya mulai terlihat. Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik, Nugroho, mengakui kondisi lalu lintas di wilayah kota kini lebih baik.
“Bismillah, alhamdulillah, masih ada saja. Tapi jauh lebih baik, terutama di wilayah kota,” ujar Nugroho, Rabu (17/9). Meski begitu, dia belum merinci data jumlah kendaraan yang berhasil dihalau Dishub selama periode larangan. Ia hanya menyebut secara kasat mata jumlahnya jauh berkurang.
Sementara itu, Kepala Bidang Tata Kelola Prasarana (TKPP) Dishub Gresik, Femmy Husada, mengungkapkan data konkret pergerakan kendaraan yang dialihkan ke kantong parkir Ngawen, Kecamatan Sidayu. Hingga pertengahan September, tercatat 602 truk masuk pada jam larangan pagi (05.00–08.00) dan 1.538 truk pada jam larangan sore (15.00–18.00).
Femmy memaparkan, rata-rata 20 truk per jam diarahkan masuk kantong parkir pada pagi hari. Jika truk-truk itu dibiarkan melintas, laju kendaraan menuju exit tol Manyar bisa terhambat hingga 40 menit. Padahal, jarak normal 18 kilometer dari Ngawen ke Manyar mestinya dapat ditempuh hanya dalam 20 menit.
“Artinya dengan sistem kantong parkir, kita bisa menghemat waktu perjalanan 20 menit lebih cepat dan mengurangi potensi macet serta risiko kecelakaan,” kata Femmy.
Menurut Femmy, kondisi eksisting jalan yang 14 meter, 1 lajur 2 arah (arah ke Manyar 7 m dan arah kebalikannya 7 meter), tidak akan mampu menampung barisan panjang truk dengan lebar rata-rata 2,5 meter. Hambatan lain seperti perlintasan jalan warga, arus kendaraan pribadi, dan mobil antar-jemput sekolah berpotensi memperburuk kemacetan jika truk tetap dipaksakan melintas pada jam sibuk.
Femmy menegaskan bahwa melalui ilustrasi yang digambarkan tersebut menunjukkan betapa vitalnya keberadaan kantong parkir Ngawen. “Terminal kantung ini sangat membantu, baik pagi maupun sore, dalam mengurangi potensi kemacetan dan risiko kecelakaan di jalur utama,” pungkas Femmy. (*)









