Setahun Beroperasi, TPS Balak Bawa Dampak Positif dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Banyuwangi

oleh -1498 Dilihat
Aktivitas pengelolaan sampah di TPS Balak Songgon

KabarBaik.co – Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Balak di Desa Balak, Kecamatan Songgon yang merupakan program kerja sama antara Pemkab Banyuwangi dan PT Systemiq Lestari Indonesia, dengan dukungan pendanaan dari Pemerintah Norwegia, Borealis, USAID, serta lembaga donor lainnya berjalan efektif.

Setidaknya sejak resmi beroperasi pada 16 September 2023 lalu, TPST ini telah mampu menjangkau pengelolaan sampah di 43 desa dengan total 165.471 jiwa dan 7.442 rumah tangga.

Rata-rata di tempat ini mampu mengolah 14 ton sampah per hari, hasil pemilahan sampah yang memiliki nilai jual mencapai ± 197 ton dalam setahun.

Plt Kepala DLH Banyuwangi, Dwi Handayani menjelaskan TPST Balak beroperasi di atas lahan seluas 1,5 hektare. TPS Balak dilengkapi teknologi modern seperti conveyor belt, baler, peralatan komposting, serta kendaraan pengangkut sampah.

Fasilitas ini dirancang untuk menangani hingga 84 ton sampah per hari dari 12 kecamatan di Banyuwangi. Selain mendukung pengelolaan sampah organik menjadi kompos dan pemilahan sampah anorganik untuk daur ulang, TPST ini juga melayani sekitar 55.491 rumah atau setara dengan 250.000 penduduk.

“TPST memiliki misi lebih dari sekadar pengelolaan sampah. Selain mengurangi pencemaran dan melestarikan lingkungan, TPS ini diharapkan mampu memberdayakan masyarakat dengan menciptakan lapangan kerja,” kata Yani.

Program ini juga mendapat dukungan dari Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, yang mengatur pengelolaan pengangkutan sampah oleh UPT Pengelolaan Persampahan.

Selain berfokus pada infrastruktur, program ini melibatkan 800 pendorong perubahan dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah hingga organisasi kemasyarakatan.

“Partisipasi ini diharapkan terus berkembang seiring dengan target perluasan wilayah pelayanan di awal 2024, termasuk Kecamatan Songgon, Kabat, Rogojampi, dan Singojuruh,” tegasnya.

Sebagai pusat pengelolaan sampah berkelanjutan, TPS Balak kerap menjadi tujuan kunjungan edukatif. Siswa mulai dari tingkat TK hingga perguruan tinggi, serta delegasi dari berbagai daerah, datang untuk belajar tentang pengelolaan sampah. Baru-baru ini, Bakorwil Kota Jember menggelar workshop di TPS Balak, mengundang pengelola TPS3R dari wilayah Karesidenan Besuki.

“Pendampingan dan sosialisasi terus kami lakukan agar masyarakat, badan usaha, hingga tempat wisata dapat memanfaatkan layanan TPS Balak. Dengan kerja sama semua pihak, kami yakin lingkungan Banyuwangi akan lebih bersih dan sehat,” ujarnya.

Yani menambahkan pembangunan TPS Balak menjadi langkah awal untuk menjadikan kesadaran lingkungan sebagai budaya di Banyuwangi. Program ini diharapkan tidak hanya mengubah cara masyarakat mengelola sampah, tetapi juga menciptakan ekosistem berkelanjutan yang memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan semangat kolaborasi, kami berkomitmen menjaga lingkungan sekaligus menciptakan manfaat ekonomi dan sosial melalui inovasi pengelolaan sampah,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.