KabarBaik.co– GOR Voli Indoor Sumut Sport Center bakal menjadi saksi bisu duel emosional dalam lanjutan Proliga 2026 seri Medan, Minggu (18/1) siang, pukul 13.00 WIB. Laga ini akan mempertemukan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia (GPPI), dengan juara bertahan Jakarta Pertamina Enduro (JPE). Tidak hanya sekadar perebutan poin. Sorotan lain dalam laga ini tertuju pada ajang reuni Megawati Hangestri, yang kini berdiri sebagai lawan bagi tim yang dibelanya pada musim lalu.
Megawati datang ke Medan dengan status pemain lokal paling tajam. Meski secara total poin masih berada di luar 10 besar (20 poin) karena jumlah laga yang dijalani lebih sedikit, rasio efektivitasnya mencapai 4,0 poin per set. Angka ini tercatat sebagai yang tertinggi di antara pemain lokal lainnya, bersaing ketat dengan bintang Gresik Phonska Plus, Mediol Yoku.
Nah, tentu salah satu tantangan bagi Gresik Phonska Plus adalah bagaimana dapat meredam ledakan Megawati, yang kini disokong duo pemain asing produktif, yaitu Iana Shcherban dan Wilma Salas.
Laga ini mengusung aroma balas dendam bagi kubu Gresik Phonska Plus. Proliga musim lalu, JPE adalah tim yang mengandaskan mimpi juara Gresik. Pada babak final four 2025, JPE menumbangkan Gresik Phonska dengan skor 3-1. Kemenangan itu sekaligus mengunci tiket bagi JPE ke grand final, yang akhirnya mengantarkannya ke juara Proliga 2025.
Sebelumnya, Gresik Phonska Plus sempat menang telak 3-0 di fase reguler di musim lalu. Sayang, klub voli legendaris asal Kota Pudak itu seringkali kehilangan momentum saat menghadapi kendala mentalitas juara di laga-laga krusial.
Di Proliga 2026, sekarang ini anak asuh Alessandro Lodi tersebut berada di posisi runner up klasemen dengan rekor sempurna (6-0 set rasio) dari dua kali laga. Posisi pemuncak klasemen sementara diduduki Bandung BJB Tandamata (7 poin dari 4 pertandingan). Adapun JPE berada di urutan kelima dengan 5 poin dari dua kali pertandingan.
Baca Juga: Empat S dalam Hidup Daconi Khotob, Nahkoda Baru PT Petrokimia Gresik
Kali ini, Gresik Phonska Plus datang dengan skuad yang lebih merata. Kolektivitas permainan yang solid. Kekuatan terletak pada disiplin bertahan, servis agresif, serta rotasi pemain yang relatif seimbang di setiap lini. Tidak adanya satu pemain yang terlalu dominan, justru membuat permainan tim andalan Jawa Timur itu lebih sulit ditebak.
Kedalaman skuad menjadi faktor penting dalam laga ini. Gresik Phonska Plus juga memiliki keuntungan dalam transisi permainan dan stamina. Adapun JPE relatif bergantung pada efektivitas Megawati sebagai ujung tombak serangan. Jika receive JPE goyah, beban Megawati akan semakin berat. Sebaliknya, jika Megawati mendapatkan suplai bola yang ideal, Gresik Phonska Plus harus siap menghadapi tekanan berulang-ulang.
Dari sisi klasemen sementara, laga ini juga bernilai krusial. Gresik Phonska Plus tertantang untuk terus mengamankan posisi atas agar tetap dalam jalur menuju final four. Kemudian, dapat benar-benar mewujudkan mimpi juara, setelah enam kali hanya meraih runner-up. Di pihak lain, JPE juga membutuhkan kemenangan untuk kembali merangkak naik menjaga asa ke final four. Kekalahan akan membuat persaingan semakin ketat dan margin kesalahan makin tipis.
Prediksi: Sengit dan Emosional
Prediksi jalannya pertandingan diperkirakan berlangsung sengit dan emosional. Gresik Phonska Plus kemungkinan akan menekan sejak awal lewat servis tajam untuk merusak pola serangan JPE, sekaligus membatasi ruang gerak Megawati. Namun, JPE diyakini tetap akan mengandalkan pengalaman dan ketenangan Megawati di poin-poin krusial, terutama jika laga harus berlanjut hingga lima set.
Dengan kekuatan yang relatif berimbang dan motivasi ekstra di kedua kubu, duel ini diprediksi berjalan ketat. Gresik Phonska Plus unggul dalam kolektivitas, sementara JPE memiliki faktor pembeda bernama Megawati Hangestri.
Pertarungan siang ini sepertinya juga akan memperontonkan duel antara pertahanan blok vs variasi serangan. Gresik Phonska Plus mengandalkan tembok kokoh Shella Bernadetha, sementara JPE akan mengeksploitasi celah lewat spike keras Megawati. Kemungkinan laga akan berlangsung lima set. Siapapun klub yang menang akan mendulang skor 3-2. Mentalitas menjadi faktor penentu dalam laga panjang lima set.
Baca Juga; Alessandro Lodi: Sang Arsitek Global di Balik Ambisi Takhta Gresik Petrokimia
Apapun hasilnya, laga ini menjadi salah satu pertandingan paling ditunggu di seri Medan, sebuah panggung besar bagi Megawati untuk membuktikan diri di hadapan mantan timnya, dan kesempatan Gresik Phonska Plus untuk menunjukkan bahwa mereka bisa menang tanpa sang mantan Ordal alias orang dalam. (*)
Prediksi Starting VI
Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia
Pelatih: Alessandro Lodi (Italia)
- Setter: Arneta Putri Amelian (Kreator serangan utama)
- Outside Hitter 1: Annie Mitchem (USA) – Power hitter
- Outside Hitter 2: Mediol Stiovanny Yoku – Captain & Speed
- Opposite: Oleksandra Bytsenko (Ukraina) – Penyeimbang serangan
- Middle Blocker 1: Shella Bernadetha – Spesialis blok net
- Middle Blocker 2: Geofanny Eka Cahyaningtyas
- Libero: Siti Ramadhani
Jakarta Pertamina Enduro (JPE)
Pelatih: Bülent Karslıoğlu
- Setter: Tisya Amallya Putri
- Outside Hitter 1: Wilma Salas (Kuba)
- Outside Hitter 2: Iana Shcherban (Rusia)
- Opposite: Megawati Hangestri Pertiwi
- Middle Blocker 1: Maradanti Namira
- Middle Blocker 2: Tasya Aprilia Putri
- Libero: Budyarti Hany








