Sidak Pasar dan Swalayan, Satgas Pangan Gresik Jaga Stabilitas Harga dan Stok Bahan Pokok Jelang Nataru

oleh -261 Dilihat
1d28d390 bf2c 4d9b bea0 46d028dd42c1
Satgas Pangan Gresik sidak Superindo. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Satgas Pangan Polres Gresik memperketat pengawasan harga dan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru)

Langkah ini dilakukan guna memastikan stabilitas harga pangan di wilayah Kabupaten Gresik tetap terkendali di tengah potensi lonjakan permintaan masyarakat.

Selasa (23/12), tim gabungan yang dipimpin oleh Kanit IV Pidek Satreskrim Polres Gresik Iptu Luthfi Hadi Nugroho, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua lokasi utama, yakni Pasar Baru Gresik dan Superindo Gresik.

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya menyampaikan bahwa sidak ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Kapolda Jawa Timur melalui Surat Telegram Nomor ST/1562/XII/RES.2.1./2025 untuk menjaga stabilitas harga bapokting di tingkat daerah.

Sidak juga dibadiri Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bulog Kanwil Jatim dan Kancab Surabaya, Diskoperindag Gresik serta Bagian Perekonomian Setda Gresik.

Berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Baru Gresik, Satgas Pangan mencatat adanya tren penurunan harga pada komoditas cabai.

Cabai Rawit turun dari Rp 50.000 per kilogram (kg) menjadi Rp 40.000 per kg. Cabai Merah Besar turun signifikan dari Rp 45.000 per kg menjadi Rp 25.000 per kg.

Sementara itu, harga komoditas lain di pasar tradisional terpantau stabil. Seperti beras medium di angka Rp 13.000 per kg, daging sapi Rp 108.000 per kg, dan telur ayam Rp 30.000 per kg.

Sebaliknya, di Superindo Gresik, harga beberapa komoditas terpantau lebih tinggi dibandingkan pasar tradisional. Sebagai contoh, cabai rawit dibanderol Rp 99.500 per kg dan daging sapi mencapai Rp 142.000 per kg.

Selain memantau harga, Satgas Pangan juga memberikan imbauan keras kepada para pedagang agar tetap mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, khususnya untuk komoditas beras.

“Kami memberikan sosialisasi kepada pedagang agar tidak menjual beras di atas HET.Kami pastikan ketersediaan bahan pokok masih mencukupi dan harganya stabil hingga momen Natal dan Tahun Baru. Tidak ada indikasi kelangkaan,” tandas Arya, Rabu (24/12).

Polres Gresik berkomitmen akan terus melakukan monitoring secara berkala. Jika ditemukan adanya praktik penimbunan atau permainan harga yang tidak wajar, Satgas Pangan tidak segan untuk mengambil tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.