
KabarBaik.co – Sebuah simposium akbar dan program haji yang diinisiasi oleh Diwan telah sukses diselenggarakan di Arab Saudi, menarik perhatian 32 jurnalis dari berbagai penjuru dunia.
Acara yang padat ini berfokus pada pembahasan krusial seputar kepemimpinan dalam pengelolaan tempat-tempat suci dan kesiapsiagaan medis untuk penanganan bencana, krisis, dan kerumunan selama musim haji.
Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 09.00 waktu arab, dengan para peserta bertolak menuju Hotel Ritz-Carlton. Di sana, Simposium Akbar dan Program Haji Diwan resmi dibuka pada pukul 10.00 dan berlangsung hingga pukul 11.00. Sesi ini diisi dengan berbagai diskusi dan presentasi yang mendalam.
Setelah sesi pagi yang produktif, para peserta kembali ke hotel untuk menikmati makan siang. Sore harinya, tepat pukul 14.00 waktu setempat, seluruh peserta berkumpul di Hotel Marriott yang nyaman dan berpendingin udara. Dari sana, pada pukul 15.00, rombongan bertolak menuju agenda selanjutnya.
Fokus utama sore hari adalah Program Konferensi Kepemimpinan Internal di Tempat-Tempat Suci (911). Program ini membahas strategi dan tantangan dalam mengelola jutaan jemaah haji yang memadati tempat-tempat suci setiap tahunnya, serta bagaimana kepemimpinan yang efektif dapat memastikan kelancaran dan keselamatan ibadah haji.
Setelah program kepemimpinan, para peserta melanjutkan perjalanan menuju program Kementerian Kesehatan. Sesi ini didedikasikan untuk membahas Pusat Pengobatan Bencana, Krisis, dan Kerumunan di Mina. Hal ini menunjukkan komitmen serius terhadap persiapan medis yang komprehensif, mengingat Mina adalah salah satu lokasi krusial selama ibadah haji yang kerap dipadati jemaah. Pembahasan meliputi kesiapan infrastruktur, personel medis, dan sistem penanganan darurat untuk menghadapi berbagai kemungkinan.
Setelah seharian penuh dengan agenda penting, rombongan kembali ke Hotel Marriott. Kehadiran 32 jurnalis internasional mengindikasikan signifikansi acara ini dalam menyebarkan informasi dan praktik terbaik terkait pengelolaan haji kepada khalayak global. Simposium ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan dan keselamatan bagi jemaah haji di masa mendatang.(*)






