KabarBaik.co, Nganjuk – Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan dan Ketua PCNU Nganjuk KH. Moh. Hasyim Afandi mengukuhkan komitmen yang lebih dalam untuk menjadikan tokoh agama sebagai garda terdepan dalam menjaga dan memelihara keamanan serta ketertiban masyarakat (harkamtibmas).
Suria mengatakan peran tokoh agama di Nganjuk tidak bisa dianggap remeh. Di setiap desa di Nganjuk, kiai atau ustaz adalah sosok yang dipercaya. Mereka tahu kondisi masyarakat secara langsung, mulai dari masalah keluarga hingga potensi konflik yang mungkin muncul.
“Daripada menangani masalah setelah terjadi, lebih baik kita cegah bersama melalui pendekatan yang penuh kasih dan pemahaman,” jelas Suria, Selasa (10/2).
Menurut Suria, pola kerja sama yang dibangun bukan hanya tentang menyampaikan pesan keamanan, tetapi juga tentang membangun pemahaman bersama bahwa kedamaian adalah tanggung jawab semua pihak.
“Kita tidak bisa bekerja sendirian. Polisi punya kekuatan dalam penegakan hukum, sedangkan NU punya kekuatan dalam nilai-nilai yang mengakar di masyarakat. Bersama, kita bisa menciptakan lingkungan yang aman dan damai,” tambahnya.
Sementara itu, KH. Moh. Hasyim Afandi, yang juga pemimpin pondok pesantren di Kecamatan Kertosono, mengungkapkan bahwa peran NU dalam menjaga harkamtibmas sudah menjadi bagian dari tradisi.
“Sejak dulu, pesantren tidak hanya tempat belajar agama, tetapi juga tempat untuk menyelesaikan masalah masyarakat. Kiai selalu menjadi mediator dalam konflik kecil, dan itu adalah warisan yang harus kita lanjutkan,” katanya
Ia menambahkan bahwa para kiai dan ustaz di seluruh Nganjuk sudah siap untuk menjadi “duta kedamaian”. Mulai dari menyampaikan pesan tentang pentingnya menghindari paham intoleransi dalam ceramah mingguan, hingga membantu memantau kondisi masyarakat dan melaporkan potensi masalah kepada pihak berwenang dengan cara yang tepat.
“Kita ajak masyarakat untuk tidak mudah terpancing oleh berita bohong atau provokasi. Nilai-nilai gotong royong dan ukhuwah Islamiyah yang kita anut adalah dasar untuk menjaga persatuan. Bersama Polres Nganjuk, kita akan membuat Nganjuk menjadi contoh daerah yang aman karena didasari oleh rasa saling menghargai,” tegasnya.
Sinergi antara Polres Nganjuk dan PCNU bukan hanya sebuah program kerja, melainkan sebuah langkah nyata untuk membangun keamanan yang berakar pada nilai-nilai lokal.
Dengan menggandeng tokoh agama sebagai mitra utama, diharapkan Kabupaten Nganjuk tidak hanya menjadi daerah yang aman secara fisik, tetapi juga penuh kedamaian dalam hati setiap warganya. (*)






