KabarBaik.co – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyayangkan kejadian dugaan persekusi yang dialami oleh Pengawas TPS di Jember.
Kordiv Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi Bawaslu Jatim, Dwi Endah Prasetyowati mengatakan sangat menyayangkan adanya peristiwa tersebut.
“Jujur kenapa sampai ada tindakan seperti itu bahkan sampai direkam. Padahal penyelenggara pilkada selalu berikhtiar dan berusaha menjalankan amanah undang-undang,” kata Endah saat dikonfirmasi, Sabtu (23/11).
Ia juga menyampaikam, masyarakat harus lebih sabat jika memang adanya temuan kecurangan di lapangan. Jangan sampai melajukan hal-hal yang dapat menimbulkan keresahan.
“Itu kan namanya dugaan, kan masih belum pasti. Masih diduga berarti harus ada mekanisme atau proses selanjutnya. Penyelenggara itu di mana-mana ada tiga, KPU, Bawaslu, Dewan Kehormatan, DKPP. Kalaupun itu diduga, diopinikan masyarakat itu sudah resiko,” katanya.
Selain itu, disinggung soal aksi demo beberapa waktu lalu yang menyebabkan pagar Kantor Bawaslu Jember rusak, endah mengaku mungkin karena minimnya keamanan.
“Kami menyayangkan karena minimnya keamanan sampai terjadinya perusakan fasilitas yang ada di kantor kami. Kami berharap peristiwa ini tidak terjadi lagi,” jelansya.
Diberitakan sebelumnya, seorang Pengawas TPS di Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember Abdurrahman, 25 tahun, mengadu ke Polres Jember atas dugaan persekusi dan intimidasi yang ia alami. (*)






