KabarBaik.co — Suasana pagi di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Bustanul Ulum, Desa Bakalan, Sumobito, Jombang, mendadak berbeda dari biasanya.
Bukan hanya aroma makanan bergizi yang tercium dari halaman sekolah, tetapi juga kehadiran sosok tak biasa yang membuat ratusan siswa bersorak kegirangan: Spider-Man.
Superhero berkostum merah biru itu tampak berdiri gagah di atas mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengantarkan Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Dengan pose khas pahlawan super, Spider-Man seolah datang menjalankan misi khusus bukan melawan penjahat, melainkan mengantarkan makanan sehat untuk anak-anak.
Sorak-sorai siswa pecah bahkan sebelum mobil berhenti sempurna di halaman sekolah. Anak-anak melambaikan tangan, melompat kecil, dan berteriak penuh antusias. Sosok yang biasanya hanya mereka lihat di layar televisi, kini hadir nyata di depan mata.
Begitu Spider-Man turun dari mobil, anak-anak langsung mengerubunginya. Ada yang meminta tos, memeluk, hingga menarik ujung kostumnya. Tawa dan teriakan bahagia terdengar bersahut-sahutan.
Di tengah keriuhan, pembagian MBG tetap berjalan. Pintu belakang mobil boks dibuka, ratusan porsi makanan siap dibagikan.
Spider-Man turut membantu mengantarkan makanan ke dalam sekolah, sambil sesekali berinteraksi dan menggendong beberapa siswa.
Kebahagiaan tak hanya dirasakan para siswa. Guru dan wali murid yang hadir pun tampak antusias mengabadikan momen langka tersebut dengan ponsel mereka. Halaman sekolah berubah menjadi ruang penuh tawa dan kehangatan.
Sosok Spider-Man itu ternyata adalah Ibnu Mustafa Salahuddin, 25, driver MBG dari SPPG Budug, Desa Sidorejo, Sumobito. Ia mengatakan, ide mengenakan kostum superhero bertujuan mendekatkan program MBG kepada anak-anak.
“Tujuannya supaya anak-anak senang dan mau makan dengan gembira. Kalau senang, harapannya gizinya masuk dan otaknya makin cemerlang,” ujar Ibnu, Selasa (13/1).
Ia mengungkapkan ini merupakan kali pertama dirinya menggunakan kostum superhero saat mengantar MBG. Dari total 14 titik distribusi yang ia datangi hari itu, kostum Spiderman terus melekat di tubuhnya meski terasa panas.
“Panas pasti, tapi tidak apa-apa. Anak-anak senang. Biar tidak monoton, ke depan bisa ganti-ganti,” katanya.
Menurut Ibnu, pengalaman tersebut menjadi momen tak terlupakan. Ia bahkan sempat duduk di atas mobil saat memasuki area sekolah.
“Biasanya saya di dalam mobil, ini tadi duduk di atas mobil. Lumayan deg-degan karena badan saya besar,” ujarnya sambil tertawa.
Kepala MI Bustanul Ulum, Bumunziyati, menyambut positif kejutan tersebut. Ia mengaku tak menyangka pengantar MBG akan mengenakan kostum Spiderman.
“Saya kaget, tapi senang melihat anak-anak bahagia. Ekspresinya macam-macam, ada yang senang sekali, ada juga yang takut. Itu wajar,” kata dia.
Menurutnya, suasana ceria sangat memengaruhi nafsu makan siswa. Dari total 147 penerima MBG di sekolah tersebut, hampir seluruh siswa terlihat menikmati makanan.
“Anak-anak juga belajar berbagi. Kalau tidak suka menu tertentu, mereka berbagi dengan temannya dan tidak membuang makanan,” ujarnya.
Ia berharap ke depan akan ada lagi ide-ide kreatif serupa untuk menambah semangat belajar siswa.
“Semoga ada konsep unik lainnya supaya anak-anak makin bersemangat datang ke sekolah,” tuturnya.
Kesan mendalam juga dirasakan para siswa. Arul Nur Rahman (8), siswa kelas 1, mengaku sangat senang bisa bertemu langsung dengan Spiderman.
“Senang sekali. Tadi sempat tos,” katanya polos.
Hal serupa diungkapkan Rachmat Gibran, teman sekelasnya.
“Ada Spider-Man tadi, senang,” ucapnya malu-malu.
MI Bustanul Ulum tak sekadar menjadi tempat makan bersama. Sekolah menjelma ruang imajinasi, tempat gizi, tawa, dan mimpi anak-anak dirajut dalam satu momen sederhana sepiring makanan sehat yang diantar oleh seorang superhero. (*)







