Sosok Adem di Mata Kolega: Kenangan Laila Mufidah tentang Adi Sutarwijono

oleh -84 Dilihat
Eri Cahyadi melepas jenazah Adi Sutarwijono ke peristirahatan terakhirnya (Sugiantoro)

KabarBaik.co, Surabaya – Kepergian Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono meninggalkan duka mendalam bagi rekan sejawat di DPRD kota Surabaya. Di mata para anggota dewan, pria yang akrab disapa Awi tersebut dikenal sebagai sosok pemimpin yang santun, sabar, dan mampu menjaga kondusivitas politik di Kota Pahlawan.

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Laila Mufidah mengenang momen-momen terakhir yang sangat personal sebelum kepergian almarhum. Salah satu kenangan yang paling membekas adalah saat rapat paripurna terakhir, di mana almarhum menunjukkan sisi sederhana dan keakrabannya.

“Beliau telepon saya, tanya ‘Ning, ono panganan opo?’ (Ning, ada makanan apa?). Saya jawab ada bakso, tahu campur, silakan kalau mau makan,” kenang Laila usai menghadiri prosesi pelepasan jenazah di gedung DPRD Kota Surabaya, Kamis (12/2).

Namun, almarhum justru mencari makanan sederhana yang sempat ia cicipi sebelumnya. “Beliau bilang mau makan penyetan yang seperti kemarin dimakan bareng Pak Sekda. Beliau sampai datang ke ruangan saya hanya untuk makan penyetan itu, minta lombok satu saja. Saya sempat bercanda, ‘Apa Pak Ketua nggak dimasakno Bu Lusi?'” tambahnya sembari mengenang suasana hangat tersebut.

Pemimpin yang Toleran dan Anti-Konflik

Lebih dari sekadar rekan kerja, Laila melihat Adi Sutarwijono sebagai pemimpin yang memiliki toleransi beragama yang sangat tinggi. Menurutnya, Cak Awi selalu menghentikan rapat Badan Anggaran (Banggar) saat azan berkumandang, meski agenda pembahasan APBD sedang padat-padatnya.

“Waktu Jumatan pun beliau sangat perhatian, selalu tanya apakah sudah mulai Jumatan atau belum. Toleransinya luar biasa,” puji Laila.

Laila juga menyoroti kemampuan almarhum dalam meredam ketegangan di ruang sidang. Jika ada potensi interupsi yang memanas, almarhum selalu bisa mendinginkan suasana sebelum konflik pecah. “Orangnya adem. Terbukti dua periode memimpin DPRD Surabaya selalu aman dan kondusif,” tuturnya.

Pesan Terakhir sebelum Beristirahat

Pertemuan terakhir Laila dengan almarhum terjadi saat Awi meminta izin untuk beristirahat selama satu minggu. Beliau menitipkan kepemimpinan sementara kepada para Wakil Ketua.

“Terakhir ketemu beliau bilang, ‘Besok minta tolong ya dipimpin dulu kalian bertiga, saya izin dulu, saya mau istirahat dulu’. Bilangnya seminggu, tapi ternyata beliau beristirahat untuk selamanya,” tutup Laila dengan nada haru.

Kini, gedung DPRD Surabaya kehilangan salah satu putra terbaiknya yang dikenal sebagai penyejuk di tengah dinamika politik kota. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.