KabarBaik.co – Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra (Gus Barra) memakai baju adat Majapahit dalam rapat paripurna DPRD dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI, dalam rangka memperingati HUT Ke-79 Kemerdekaan RI tahun 2024, Jumat (16/8).
Menurut Gus Barra, setiap masyarakat memiliki kewajiban yang sama untuk menjaga keberagaman budaya asli Indonesia agar dapat dilestarikan turun temurun kepada generasi selanjutnya. Hal ini disampaikan saat dirinya menghadiri agenda rapat paripurna di Gedung DPRD Mojokerto.
“Sangat kelihatan betapa perbedaan itu indah, beragam dengan baju adat khas berbagai suku di Indonesia, karena pakaiannya bermacam corak, desain, aksesoris,” bebernya.
Gus Barra menjelaskan tema baju adat khas Raja Majapahit yang ia pakai pada momen ini. Menurutnya, Indonesia memiliki lebih dari 714.000 suku bangsa dan 1.300 lebih bahasa daerah. Oleh sebab itu, dia menekankan kepada masyarakat untuk menjaga segala budaya peninggalan khas Tanah Air.
“Inilah keberagaman Indonesia saat kita bersama memakai pakaian daerah masing-masing. Inilah anugerah Allah SWT yang diberikan kepada negara kita Indonesia, selain sumber daya alam yang kaya dan melimpah,” pungkas Gus Barra.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Arif Winarko mengatakan sosok Bupati Mojokerto mendatang memang yang pantas adalah Gus Barra. Ia mengibaratkan ketokohan Gus Barra sebagai Raja Majapahit Hayam Wuruk era modern.
“Dalam sejarah Kerajaan Majapahit, sosok Raja Hayam Wuruk menjadi bukti shahih bahwa kepemimpinan itu tidak ditentukan usia,” jelasnya.
Kata Arif Winarko, Hayam Wuruk juga membuktikan bahwa usia muda justru menjadi modal besar bagi seorang pemimpin untuk membangun dan memajukan daerah yang dipimpinnya. Ambisi dan semangat serta idealisme yang relatif masih tegak lurus yang dipunyai pemuda tentu menjadi faktor penting dan menentukan untuk kemajuan daerah kekuasaan yang dipimpinnya.
“Sosok pemuda sebagai pemimpin di pemerintahan tentu bukan sesuatu yang perlu dicemaskan,” ucapnya.
Menurut Arif Winarko justru malah sebaliknya. Tampilnya pemuda itu justru memberi harapan perubahan yang lebih baik dalam tata kelola pemerintahan dan masyarakat. Ia mengatakan cukup beruntung saat ini Kabupaten Mojokerto memiliki sosok pemuda yang berani tampil mengambil peran kepemimpinan kepala daerah.
“Sama dengan Raja Hayam Wuruk yang sempat diragukan banyak pihak ternyata ditampuk kepemimpinannya puncak kejayaan Majapahit dapat terwujud,” pungkasnya. (*)






