KabarBaik.co- Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih bergantian datang ke rumah Joko Widodo (Jokowi), mantan Presiden, di Solo. Termasuk saat Presiden Prabowo Subianto melakukan lawatannya ke beberapa negara belakangan ini. Kunjungan mereka pun ramai menjadi bahan perbincangan di media sosial. Bahkan, muncul penilaian ada ’’matahari kembar’’.
Beberapa menteri yang telah datang ke kediaman Jokowi selepas tidak lagi jadi Presiden antara lain Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koperasi Budi Arie, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Selain itu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji. Juga, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan yang mantan Menteri Investasi dan Kemaritiman.
Dari sejumlah menteri tersebut, ada yang datang sebelum Lebaran. Ada pula yang sowan selepas Hari Raya Idul Fitri. Mereka pun memgaku kunjungan ke ayah Wapres Gibran Rakabuming Raka itu untuk berlebaran halal bihalal. ”Silaturahmi sama bekas bos saya. Sekarang masih bos saya,” kata Trenggono dalam video yang beredar.
Yang cukup mendapat sorotan adalah kedatangan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Ketua umum Partai Golkar itu datang bersama keluarga dengan menggunakan pesawat Jet pribadi. Berapa biayanya? Belum ada keterangan dari menteri bersangkutan kepada media pers. Termasuk apakah menggunakan uang negara ataukah pribadi. Namun, belakangan ada penjelasan dari Sekjen Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Bahwa, sewa jet itu uang pribadi. Apakah memang ia jubir Bahlil?
Yang jelas, sebuah akun X (dulu Twitter) @ZakkiAmali mengunggah informasi tentang jet yang identik dipakai Bahlil. Jet itu teregistrasi dengan nomor PK-RJA dan berjenis Embraer Legacy 650, sebuah pesawat jet bisnis asal Brasil. Disebutkan pula, tarif sewa jet mencapai Rp 135 juta per jam. Kapasitasnya hingga 13 penumpang, jarak tempuh yang mencapai 7.200 kilometer. Kabarnya, jet ini kerap digunakan kalangan elite bisnis dan pejabat untuk perjalanan lintas kota dengan kenyamanan maksimal.
Lantas, berapa sebetulnya kekayaan Bahlil Lahadalia? Dalam laman Laporan Harta Kekayaan Penyelanggara Negara, Menteri ESDM itu tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp 310 miliar. Berdasarkan penelusuran data, harta kekayaan politikus kelahiran Maluku itu mengalami kenaikan lumayan dalam 5 tahun terakhir. Yakni, dari tahun 2019 hingga 2023.
Tanggal lapor 31 Desember 2019
- Jabatan: Kepala BKPM
- Harta kekayaan: Rp 295,15 miliar.
Tanggal lapor 31 Desember 2020
- Jabatan: Kepala BKPM
- Harta kekayaan: Rp 300,44 miliar
Tanggal lapor 31 Desember 2021
- Jabatan: Menteri Investasi/Kepala BKPM
- Harta kekayaan: Rp 301,46 miliar
Tanggal lapor 31 Desember 2022
- Jabatan: Menteri Investasi/Kepala BKPM
- Harta kekayaan: Rp 302,47 milar
Tanggal lapor 31 Desember 2023
- Jabatan: Menteri Investasi/Kepala BKPM
- Harta kekayaan: Rp 310,42 miliar
Mengacu LHKPN tersebut, mulai 2019 sampai 2023, harta kekayaan Bahlil naik mencapai Rp 15,27 miliar. Berikut daftar harta kekayaan Bahlil:
A. Tanah dan Bangunan Rp 291.617.305.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 717 m2/164.25 m2 di Jayapuran, hasil sendiri Rp 10.362.600.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 278 m2/400 m2 di Jayapura, hasil sendiri, Rp 4.671.250.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 1600 m2/1500 m2 di Jayapura, hasil sendiri Rp 41.410.000.000
- Tanah Seluas 509 m2 di Jayapura, hasil sendiri Rp 20.806.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 112 m2/300 m2 di Jayapura, hasil sendiri Rp 5.221.700.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 120 m2/300 m2 di Jayapura, hasil sendiri Rp 5.221.700.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 424 m2/1200 m2 di Jayapura, hasil sendiri, Rp 41.410.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 2000 m2/1500 m2 di Gianyar, hasil sendiri, Rp 46.561.000.000
- Tanah Seluas 2490 m2 di Jayapura, hasil sendiri, Rp 1.560.450.000
- Tanah Seluas 939 m2 di Jayapura, hasil sendiri, Rp 1.060.500.000
- Tanah Seluas 2490 m2 di Jayapura, hasil sendiri Rp 1.575.600.000
- Tanah Seluas 3500 m2 di Jayapura, hasil sendiri, Rp 782.750.000
- Tanah Seluas 1350 m2 di Jayapura, hasil sendiri, Rp 15.554.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 420 m2/600 m2 di Jakarta Selatan, hasil sendiri, Rp 31.108.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 579 m2/800 m2 di Jakarta Selatan, hasil sendiri, Rp 41.410.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 750 m2/1200 m2 di Jayapura, hasil sendiri Rp 10.403.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 68 m2/195 m2 di Jayapura, hasil sendiri Rp 7.302.300.000
- Tanah Seluas 335 m2 di Sragen, hasil sendiri Rp 5.196.455.000
B. Alat Transportasi dan Mesin Rp 98.400.000
- Mobil Toyota Harier Tahun 2007, Hasil sendiri, Rp 57.800.000
- Mobil, Honda CRV Tahun 2010, hasil sendiri Rp 40.600.000
C. Harta bergerak lainnya Rp. —-
D. Surat berharga Rp 1.612.500.000
E. Kas dan setara kas Rp. 17.091.871.693
F. Harta lainnya Rp —-
Dalam laporan harta kekayaan terakhirnya tersebut, Bahlil juga tercatat tidak memiliki utang. (*)







