KabarBaik.co, Malang – Anggota DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi Gerindra, Fery Andi Suseko, menyambut positif mulai beroperasinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banjarejo sebagai pelaksana awal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Banjarejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.
Fery menilai kehadiran SPPG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat desa.
SPPG Banjarejo yang berada di bawah naungan Yayasan Alief Berkah Abadi resmi memulai tahap awal penyaluran MBG pada Kamis (29/1), dengan mendistribusikan 755 porsi makanan bergizi kepada sembilan sekolah di Desa Banjarejo.
Fery mengaku sejak pagi telah menerima laporan persiapan dari pengelola SPPG, termasuk dokumentasi proses penyaluran makanan ke sekolah-sekolah penerima manfaat. “Sejak pagi saya menerima laporan dan video penyaluran ke sekolah-sekolah. Terus terang, saya sangat terharu. Ini bagian dari ikhtiar kami di daerah untuk mengawal dan menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto terkait Makan Bergizi Gratis bagi anak-anak Indonesia,” ujarnya.
Sebagai kader Partai Gerindra sekaligus anggota DPRD Kabupaten Malang, Fery menegaskan komitmennya untuk mengawal penuh program prioritas pemerintah pusat tersebut, termasuk terlibat langsung sebagai mitra dalam pelaksanaan SPPG Banjarejo. “Apapun yang menjadi program Presiden, sudah menjadi kewajiban kami sebagai kader untuk mengawal dan menyukseskannya. Itu komitmen kami,” tegasnya.
Ia juga menyoroti dampak ekonomi program MBG bagi desa. Menurutnya, dapur SPPG yang memanfaatkan fasilitas gelanggang olahraga desa berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD).
“Kontrak SPPG ini ditargetkan sekitar Rp 300 juta per tahun. Jika berjalan lima tahun, nilainya bisa mencapai Rp 1,5 miliar. Ini menjadi peluang ekonomi nyata bagi desa,” jelasnya.
Selain itu, seluruh bahan pangan yang digunakan dalam program MBG diserap dari produk lokal warga Desa Banjarejo dan wilayah Kecamatan Ngantang. “Bahan baku kami dorong dari warga lokal. Jadi selain anak-anak mendapatkan makanan bergizi, masyarakat desa juga memperoleh tambahan penghasilan,” katanya.
Dari sisi ketenagakerjaan, lanjut Fery, operasional SPPG Banjarejo telah menyerap 47 tenaga kerja lokal, seluruhnya berasal dari Kecamatan Ngantang, dengan mayoritas warga Desa Banjarejo.
Fery juga mengajak media untuk ikut berperan dalam pengawasan pelaksanaan program MBG dan SPPG di daerah. “Pengawasan media sangat penting. Program ini harus kita jaga bersama agar berjalan sesuai tujuan dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” tandasnya. (*)






