SPPG Purwosari Kudus Minta Maaf Soal 118 Siswa Keracunan MBG, Tanggung Jawab Ganti Biaya Pengobatan

oleh -268 Dilihat
Sejumlah pelajar dari SMA 2 Negeri Kudus berbaring di IGD RSUD Loekmono Hadi Kudus untuk menjalani perawatan karena mengalami gejala keracunan usai santap MBG (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

KabarBaik.co, Kudus – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari di Kudus menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas dugaan keracunan makanan dari menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengakibatkan sedikitnya 118 siswa harus menjalani perawatan.

“Kami siap bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut, termasuk mengganti biaya pengobatan siswa yang terdampak,” kata Kepala SPPG Purwosari, Nasihul Umam menanggapi banyaknya siswa yang menjalani perawatan karena mengalami gangguan kesehatan dan dirawat di sejumlah rumah sakit di Kudus, Kamis.

Ia juga meminta maaf atas kejadian ini dan masyarakat diminta bersabar serta menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

“Kami tetap berkomitmen untuk bertanggung jawab penuh dan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Ia menjelaskan kejadian bermula dari laporan pihak SMA Negeri 2 Kudus yang menginformasikan adanya sejumlah siswa mengalami diare, bahkan satu di antaranya harus dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Saya ditelepon pihak PIC (Person in Charge) atau penanggung jawab MBG sekolah SMA 2 Kudus yang menyampaikan ada siswa yang diare, ada yang ke UGD, dan ada juga yang tidak masuk sekolah,” ujarnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, dia bersama staf, akuntan, ahli gizi, dan asisten laboratorium langsung mendatangi sekolah untuk melakukan verifikasi. Menu MBG yang dikonsumsi saat itu adalah soto ayam suwir lengkap dengan tempe dan tauge.

“Kami langsung melakukan klarifikasi terkait menu soto ayam suwir. Pada kesempatan itu saya juga menyampaikan permohonan maaf dan kesiapan bertanggung jawab, termasuk membelikan obat bagi siswa yang diare dan mengganti biaya pengobatan bagi yang dirawat di IGD,” ujarnya.

SPPG Purwosari juga menggelar audiensi dengan pihak sekolah, guru, perwakilan kelas, serta beberapa siswa selama hampir setengah jam. Namun, setelah audiensi, jumlah siswa yang mengeluh sakit perut terus bertambah hingga petugas puskesmas dan ambulans datang ke sekolah.

“Awalnya hanya beberapa siswa, tapi kemudian semakin banyak yang berdatangan ke unit kesehatan sekolah (UKS). Pihak puskesmas juga turun langsung ke sekolah,” ujarnya.

Terkait penyebab pasti kejadian tersebut, Nasihul menegaskan pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan MBG, sehingga belum bisa menyimpulkan penyebabnya.

Ia menambahkan dari sisi kandungan gizi, menu MBG untuk tingkat SMA disesuaikan dengan standar, yakni energi sebesar 680,4 gram, lemak 26,8 gram, protein 33,2 gram, dan karbohidrat 78,7 gram. Serta dilengkapi sambal kecap, berbeda dengan menu SD.

Saat ini, SPPG Purwosari melayani 13 sekolah dengan total penerima manfaat sebanyak 2.173 orang, termasuk guru dan tenaga kependidikan.

Hingga Kamis (29/1) sore, tercatat jumlah siswa maupun guru dan tenaga kependidikan SMA 2 Kudus yang harus menjalani perawatan di tujuh rumah sakit mencapai 118 orang.

Ketujuh rumah sakit tersebut, yakni RSUD Loekmono Hadi Kudus, RS Mardi Rahayu Kudus, RS Sarkies Aisyiyah, RSI Kudus, RS Kumala Siwi, RS Kartika, dan RS Aisyiyah. (ANTARA)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.