KabarBaik.co – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stok beras dan sejumlah komoditas pangan lainnya dalam kondisi aman dan cukup pascalebaran 2025. Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menyampaikan bahwa saat ini cadangan beras di gudang-gudang Perum Bulog mencapai 2,1 juta ton, jumlah tertinggi dalam sejarah.
“Di Pasar Induk Cipinang yang biasanya stoknya 40.000 ton, saat ini mencapai 48.000 ton. Sementara itu, stok beras di Bulog berada di angka 2,1 juta ton, ini merupakan jumlah tertinggi sepanjang sejarah,” ujar Arief dalam keterangan persnya, Rabu (9/4).
Untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang, Bulog terus melakukan penyerapan gabah dari petani di seluruh daerah. Hal ini sesuai dengan target yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto agar Bulog dapat menyerap 3 juta ton beras hingga April 2025.
“Bulog telah menyerap 711.000 ton setara beras, atau lebih dari 23 persen dari target yang ditetapkan. Ini merupakan hasil kerja keras yang patut diapresiasi. Sesuai arahan Bapak Presiden, kita harus memastikan gabah petani terserap agar tidak ada yang terbuang,” tambah Arief.
Selain memastikan ketersediaan beras, Bapanas juga mengawasi stabilitas harga sejumlah komoditas pangan lainnya. Arief mengungkapkan bahwa harga cabai rawit merah yang sempat melonjak akibat cuaca buruk kini mulai mengalami penurunan.
“Kita bersyukur, secara keseluruhan, kita berhasil melewati bulan puasa dan Lebaran dengan harga pangan yang relatif stabil serta stok yang mencukupi. Meskipun sempat ada kenaikan harga cabai rawit merah, hari ini kita melihat tren penurunan harga seiring dengan momentum usai Lebaran,” jelasnya.
Dengan kondisi ini, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan pangan. Pemerintah melalui Bapanas dan Bulog terus berkomitmen menjaga pasokan serta stabilitas harga untuk mendukung kesejahteraan petani dan masyarakat luas.(*)







