Studi Kelayakan Rampung, Jalan Lingkar Selatan Bojonegoro Segera Dibangun

oleh -53 Dilihat
IMG 20260219 WA0199
Rapat pembahasan JLS di Ruang Angling Dharma Pemkab Bojonegoro. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro semakin serius merealisasikan mega proyek infrastruktur Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang digadang-gadang menjadi solusi kemacetan.

Bertempat di Ruang Angling Dharma, Tim Pusat Kajian LKFT Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada memaparkan hasil Studi Kelayakan (Feasibility Study) pembangunan JLS yang dirancang terintegrasi dengan flyover. Paparan ini menjadi langkah penting sebelum proyek masuk ke tahap teknis lanjutan.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menegaskan bahwa pembangunan JLS tidak sekadar proyek fisik, tetapi harus mampu menjawab persoalan riil masyarakat sekaligus tetap efisien dari sisi anggaran.

“Kita dorong konsep yang efisien dan minimalis namun tetap visioner. Salah satunya dengan mempertimbangkan struktur atau layout jalur yang lebih detail untuk efisiensi lahan dan struktur,” tegasnya, Kamis (19/2).

Menurut Bupati, pembangunan infrastruktur harus berdampak langsung pada kelancaran mobilitas serta peningkatan nilai ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (PU BM PR) Bojonegoro, Chusaifi Ivan, menjelaskan bahwa studi kelayakan telah dirampungkan pada 2025. Tahun 2026, proyek akan memasuki tahap penyusunan Detailed Engineering Design (DED).

“Tahun 2026 kita lanjutkan dengan penyusunan DED untuk JLS terintegrasi flyover dan jembatan. Selain itu, dokumen pengadaan tanah, penyusunan AMDAL dan ANDALALIN juga akan dilaksanakan secara paralel,” ujarnya.

Langkah ini menunjukkan bahwa proyek JLS tidak hanya berfokus pada konstruksi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan, sosial, serta kelayakan lalu lintas.

Secara perencanaan, JLS akan dibangun di sisi selatan rel kereta api. Mengingat akses masuk kota dari arah selatan saat ini melewati perlintasan sebidang, maka konsep integrasi dengan flyover menjadi kunci utama. Jalur ini nantinya diprioritaskan sebagai lintasan kendaraan bermuatan besar, sehingga distribusi logistik tidak lagi membebani pusat kota.

Dalam paparannya, Prof. Ali Awaluddin bersama tim LKFT UGM menyampaikan analisis teknis komprehensif, mulai dari aspek teknis konstruksi, sosial, ekonomi hingga lingkungan.

Hasil pemodelan lalu lintas menunjukkan bahwa JLS berpotensi signifikan mengurangi volume kendaraan di kawasan perkotaan. Fokus utama penguraian kemacetan berada di dua titik krusial, yakni Bundaran Jetak dan simpang Proliman Kapas, yang selama ini menjadi simpul kepadatan akibat tingginya kendaraan berat serta minimnya fasilitas penunjang seperti rest area.

Dengan pematangan perencanaan yang terus dilakukan, JLS diharapkan menjadi infrastruktur strategis yang bukan hanya mengurai kemacetan, tetapi juga membuka akses ekonomi baru dan mempercepat pemerataan pembangunan di Bojonegoro. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.