KabarBaik.co- Sebanyak 152 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI atau Senator terpilih periode 2024-2029, bakal dilantik Selasa (1/10) lusa. Jumlah mereka lebih banyak dibandingan Pemilu 2019. Sebelumnya hanya 136 orang. Tambahan itu imbas pemekaran sejumlah provinsi di Indonesia.
Di tengah jelang pelantikan tersebut, kasak-kusuk perebutan kursi ketua dan wakil ketua DPD RI untuk periode lima tahun ke depan makin mengemuka. Yakni, antara kubu ketua petahana AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dan kubu Sultan Bachtiar Najamudi, yang saat ini menjabat wakil ketua DPD RI.
Di kubu Sultan, melaporkan setidaknya 103 anggota DPD RI terpilih yang telah mendeklarasikan dukungan untuk Sultan B Najamudin, Senator dari Provinsi Bengkulu. Deklarasi itu tergelar di Hotel Farmount, Jakarta, pada Jumat (27/9) lalu. Deklarasi dilakukan bersamaan dengan peluncuran buku berjudul “Green Democracy” karya Sultan B Najamudin.
Dalam kegiatan itu, hadir juga sejumlah tokoh. Beberapa di antaranya Yusril Ihza Mahendra, Anwar Usman, Jimly Asshiddiqie, Fahri Hamzah, hingga Sultan Hamengkubuwono X.
Sesuai tata tertib (Tatib) pemilihan pimpinan DPD RI, pemilihan menggunakan sistem paket. Nah, paket pimpinan kubu ini adalah Sultan B Najamudin sebagai ketua DPD RI dan tiga wakil ketua DPD RI masing-masing Yorrys Raweyai, Tamsil Linrung, dan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas.
Sementara itu, sebelumnya kubu LaNyalla telah melakukan deklarasi pada Juni 2024 lalu. Pada deklarasi di Restoran Telaga Senayan, Jakarta, ketika itu dukungan diarahkan kepada LaNyalla Mattalitti sebagai ketua. Sedangkan Nono Sampono, Tamsil Linrung, serta Elviana masing-masing sebagai wakil ketua. Saat itu, dikabarkan ada lebih dari 90 anggota DPD RI terpilih yang menandatangani deklarasi dukungan paket pimpinan tersebut.
Lantas, paket mana yang akan terpilih? Tentu menunggu pemilihan selepas pelantikan DPD RI pada 1 Oktober nanti. Yang pasti, beberapa waktu lalu kubu Sultan Bachtiar Najamuddin telah bertemu dengan Prabowo Subianto, Presiden terpilih. Selain Sultan B. Najamudin, ikut juga dalam pertemuan itu Tamsil Linrung, Yorrys Raweyai, dan GKR Hemas.
Sejumlah pihak pun menilai, pertemuan tersebut sebagai salah satu sinyal ’’restu’’ dari Prabowo Subianto. Artinya, ada kans kuat posisi ketua DPD RI periode 2024-2029 bakal berganti. Yakni, dari LaNyalla ke Sultan Bachtiar Najamudin.
Profil Sultan B. Najamudin
Sultan Bachtiar Najamudin lahir di Anggut, Pino, Bengkulu Selatan, Bengkulu, pada 11 Mei 1979. Ia berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bengkulu. Pada Pemilu 2024, Sultan yang bernomor urut 12 mendapatkan 129.495 suara. Tertinggi ketiga anggota DPD RI terpilih Dapil Bengkulu. Raihan suara itu menurun dibandingkan Pemilu 2019. Saat itu, perolehan suaranya sebanyak 191.499.
Di lansir dari laman pribadinya, sebelumnya Sultan adalah Wakil Gubernur Bengkulu yang menggantikan Junaidi Hamsyah. Sebelum terjun ke dunia politik, Sultan memulai kerja profesional sebagai seorang pengusaha. Memulai usaha dari nol. Yakni, menjadi tukang service AC keliling. Lalu, berkembang membentuk perusahaan sendiri. Ia juga tercatat sebagai pengusaha di bidang penjualan senjata, bahan peledak dan tabung gas skala nasional di bawah bendera ASA Karya Group.
Di usia tiga puluhan tahun, ia memutuskan pulang ke Bengkulu. Mengabdikan diri membangun daerah kelahirannya. Ia memulai dengan menjadi aktivis pemuda dan berhasil menjadi ketua Komite Nasional Pemuda Indoensai (KNPI) Provinsi Bengkulu. Bahkan, sempat bertarung menjadi kandidat ketua umum KNPI Pusat.
Pada 2009, Sultan memutuskan maju sebagai calon DPD RI dapil Bengkulu. Akhirnya, berhasil melenggang ke Senayan bersama Ahmad Kanedi, Riri Damayanti, dan Eni Khairani. Ia pun di daulat menjadi ketua hubungan antar lembaga di DPD RI. Berjalan tiga tahun, Sultan terpaksa mengundurkan diri dari DPD. Sebab, ia terpilih menjadi Wakil Gubernur Bengkulu, sisa masa bakti 2010-2015.
Karir politiknya maju selangkah dengan manjadi kandidat calon Gubernur Bengkulu 2015-2020. Berpasangan dengan Mujiono, seorang kader PDIP. Berhadapan dengan pasangan Ridwan Mukti-Rohidin Mersyah. Meski belum berhasil memenangkan kontestasi demokrasi saat itu, Sultan tetap komitmen mengabdikan diri untuk Provinsi Bengkulu dengan memberikan masukan kontruktif kepada pemerintah daerah.
Tahun 2019, Sultan maju kembali menjadi calon DPD RI mewakili Provinsi Bengkulu. Ia terpilih dengan suara terbanyak dengan meraih 191.499 suara, jauh meninggalkan calon terpilih lainya. Melalui mekanisme internal pemilihan pimpinan DPD RI, Sultan akhirnya terpilih menjadi wakil ketua DPD RI, setelah sebelumnya terpilih aklamasi mewakili anggota DPD RI dari wilayah barat yang meliputi Sumatera dan sebagian Jawa.
Riwayat Pendidikan
- SD Negeri Gedung Agung Pino
- SMP Negeri Ulu Talo
- SMA Negeri 1 Manna
- SMA Negeri 3 Manna
- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (S-1)
- Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) (S-2)
Riwayat Organisasi
- HIPMI Bengkulu (2011-2014)
- KONI Bengkulu (2011-2013)
- PARFI (2006-sekarang)
- KADIN DKI (2003)
- HIMA Fisip UI (2003)
Riwayat pekerjaan
- Wakil Gubernur Bengkulu (2013-2015)
- Anggota DPD RI (2009-2013)
- Komisaris Asa Karya Group
- Pimpinan Perusahaan Majalah EKBIS
- CEO Majalah Healt News
- Wakil Ketua DPD-RI (2019-2024)