
KabarBaik.co – Tiga hari menjelang puncak haji, suhu udara di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) diperkirakan akan semakin ekstrem, bahkan mendekati 50 derajat Celsius.
Kondisi ini menjadi peringatan serius bagi seluruh jemaah haji, terutama lansia, untuk ekstra waspada terhadap potensi masalah kesehatan.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin memperkirakan suhu di Armuzna saat puncak haji nanti bisa mencapai puncaknya di 50 derajat Celsius, dengan kelembapan rendah di bawah 30 persen.
“Kondisi ini berisiko terutama bagi jemaah haji lansia. Oleh karena itu, hindari paparan matahari langsung, tetaplah di dalam tenda dan keluar jika hanya sangat diperlukan seperti ke toilet,” imbau Kamaruddin.
Berbagai penyakit yang mengintai akibat cuaca panas ekstrem ini antara lain heatstroke, dehidrasi, dan kelelahan.
Kamaruddin pun meminta jemaah dengan kondisi penyakit tertentu dan lansia untuk rutin memeriksakan kesehatan ke dokter dan tak lupa mengonsumsi air mineral demi mencegah dehidrasi.

Salah satu jemaah haji asal Jakarta, Sudrajat, 56 tahun, mengaku sudah memersiapkan diri dengan matang.
“Saya sudah mengatur pola makan, menggunakan lotion pelindung kulit, menyiapkan pakaian yang mudah menyerap keringat, membawa payung dan kipas angin kecil, serta membawa obat-obatan penunjang,” ujarnya.
Tak hanya jemaah haji, pemerintah Saudi Arabia juga telah siaga penuh. Layanan kesehatan di Mina beroperasi 24 jam dengan sistem terintegrasi digital, bahkan memanfaatkan AI untuk diagnosis cepat dan akurat. Hingga kemarin, lebih dari 81 ribu layanan telah diberikan kepada jemaah haji.
Bahkan, ada inovasi menarik dalam pengiriman obat. Tim medis pemerintah Saudi telah menyiapkan drone untuk mempersingkat waktu pengantaran obat ke titik layanan terdepan.
“Dengan drone, waktu pengiriman obat yang sebelumnya bisa mencapai satu jam 20 menit kini hanya enam menit. Ini sangat membantu mempercepat layanan di lapangan,” ungkap CEO Pusat Rujukan Medis Kemenkes Arab Saudi, Noval Aljuran.
“Sebagai dokter dan tenaga medis darurat, kami menghimbau agar jemaah berhati-hati terhadap penyakit yang terkait panas. Usahakan beristirahat saat ada waktu, hindari sinar matahari langsung, gunakan payung atau pelindung kepala, dan minum air sebanyak mungkin,” tambah Noval.(*)






