Penting & Menarik:
-
Gus Halim jadi kandidat terkuat untuk kembali memimpin PKB Jatim. Kepemimpinannya dinilai berhasil antara lain karena PKB meraih 27 kursi DPRD Jatim 2024–2029.
-
PKB Jatim juga menguat di level kabupaten/kota di Jatim dengan mendulang 338 kursi. Dari 38 daerah, PKB bahkan memimpin dewan di 36 kabupaten/kota.
KabarBaik.co- Muswil PKB Jatim yang berlangsung di Surabaya akhir Desember 2025 lalu telah menghasilkan 7 nama kandidat ketua DPW PKB Jatim periode 2026-2031. Yakni, Musyafak Rouf, Thoriqul Haq, Anik Maslachah, Abdul Halim Iskandar, Fauzan Fuadi, Baddrut Tamam, dan Hikmah Bafaqih. Untuk menentunkan siapa ketua terpilih, DPP PKB telah melaksanakan fit and proper test.
Diketahui, tujuh nama tersebut bukan orang baru di PKB dan jagad perpolitikan Jawa Timur. Abdul Halim, misalnya. Dia adalah kandidat petahana, mantan ketua DPRD Jatim yang juga kakak kandung Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar. Gus Halim, panggilan akrabnya, menjadi kandidat terkuat. Saat ini, Gus Halim juga merupakan anggota DPR RI. Lalu, Musyafak Rouf, politikus senior yang saat ini menjadi Ketua DPRD Jatim dan Ketua DPC PKB Kota Surabaya.
Kemudian, Thoriqul Haq, Fauzan Fuad, dan Baddrut Tamam adalah tiga politisi muda PKB yang sudah kaya pengalaman. Cak Thoriq merupakan mantan Bupati Lumajang. Sementara Fauzan adalah Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim dan Bendahara DPW PKB Jatim. Sedangkan Baddrut merupakan mantan Bupati Pamekasan.
Pun demikian dengan Anik Maslachah dan Hikmah Bafaqih, yang juga politisi perempuan kaya pengalaman. Anik tidak lain Sekretaris DPW PKB Jatim dan saat ini juga menjadi Ketua Komisi B DPRD Jatim. Sementara Hikmah politisi berlatar belakang aktivis perempuan ini menjadi Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim.
Hingga kemarin (23/1), DPP PKB masih merahasiakan nama ketua DPW PKB Jatim terpilih. Namun, sumber menyebut besar kemungkinan Gus Halim yang tetap menjadi nakhoda PKB Jatim tersebut. Diakui, kepemimpinan Gus Halim dinilai berhasil. Selain itu, dia dianggap sebagai sosok pemersatu di kalangan kader senior dan kader muda.
Dari indikator pencapaian kursi PKB di DPRD Jatim periode 2024–2029, misalnya. Di masa kepemimpinan Gus Halim, PKB sukses memperoleh 27 kursi dari total 120 kursi di DPRD Jatim. Dengan perolehan ini, PKB menjadi partai dengan kursi terbanyak. Pada periode 2019–2024, PKB hanya mendapatkan 25 kursi dari total 120 kursi yang ada. Dengan demikian, ada kenaikan sebanyak dua kursi.
Untuk DPRD Kabupaten/Kota periode 2024–2029 se-Jatim, PKB berhasil meraih total sekitar 338 kursi. Angka ini juga meningkat dibanding hasil Pileg 2019. Saat itu, PKB memperoleh 325 kursi di DPRD kabupaten/kota se-Jatim. Sebanyak 338 kursi tersebut tersebar di DPRD 38 kabupaten/kota di Jatim. Bahkan, PKB mendapatkan kursi pimpinan dewan di 36 dari 38 kabupaten/kota di Jatim tersebut.
Bernarkah Gus Halim kemali menjadi Ketua DPW PKB Jatim periode 2026-2031? “Insya Allah besok (Sabtu, 24 Januari) seluruh kader DPC PKB di Jawa Timur akan mengikuti rapat hasil penetapan Ketua DPW,” kata Ketua Harian DPP PKB Ais Shafiyah Asfar kepada wartawan, Jumat (23/1).
Sementara itu, DPP PKB mulai mensosialisasikan Surat Keputusan (SK) kepengurusan Ketua DPW PKB se-Indonesia pada Jumat (23/1). Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut pasca Muswil serta Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) dua tahap.
Ketua DPP PKB Bidang Penguatan Organisasi, Legislatif, dan Eksekutif, Abdul Halim Iskandar alias Gus Halim, menyampaikan bahwa sosialisasi SK tersebut mulai berjalan 24 hingga 25 Januari 2026. SK tersebut ditujukan kepada seluruh DPW dan DPC PKB di masing-masing provinsi.
Menurut Gus Halim, langkah ini penting karena DPW dan DPC merupakan peserta Muswil yang telah melalui proses panjang sejak awal, termasuk penyampaian dan pengakomodasian berbagai usulan dalam forum Muswil. “Sosialisasi ini penting agar seluruh struktur mengetahui secara utuh hasil dari tahapan Muswil yang telah dilaksanakan di seluruh DPW se-Indonesia,” ujarnya.
Dia menegaskan, langkah penataan kepengurusan ini merupakan bagian dari arahan Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar. Supaya, PKB tidak hanya berorientasi pada kemenangan elektoral, tetapi juga siap mengelola pemerintahan dengan baik dan bertanggung jawab. “Kalau hanya sekadar menang itu bukan pekerjaan berat. Tantangan terberat adalah setelah menang, apakah kita mampu mengelola pemerintahan dengan baik. Kalau tidak, kemenangan itu tidak ada gunanya,” tegasnya.
Gus Halim menjelaskan, seluruh hasil Muswil, termasuk struktur kepengurusan yang telah ditetapkan, program kerja, serta langkah-langkah lanjutan harus tersampaikan secara terbuka kepada jajaran DPW dan DPC melalui pertemuan daring (Zoom).
Usai sosialisasi tersebut, DPP PKB akan menggelar pengukuhan seluruh pengurus DPW PKB yang baru dengan Akademi Politik Kebangsaan (Akpolbang). Pengukuhan ini untuk Ketua dan Sekretaris Dewan Syuro, serta Ketua, Sekretaris, dan Bendahara Dewan Tanfidz akan dilaksanakan pada 1–3 Februari 2026.
Hal itu telah sesuai amanat AD/ART, peraturan partai, dan keputusan DPP PKB tentang kaderisasi. Selain itu, pengukuhan pengurus DPW juga akan dirangkaikan dengan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil). (*)







