KabarBaik.co, Jember – Bencana banjir akibat luapan Sungai Dinoyo beberapa waktu lalu menyisakan persoalan bagi warga Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji, Jember. Sumur-sumur milik warga tercemar lumpur hingga mengeluarkan aroma tak sedap.
Menanggapi kondisi tersebut, relawan PMI Jember melakukan proses normalisasi sumur pada Jumat (6/3) agar warga dapat kembali mengakses air bersih untuk kebutuhan konsumsi dan sanitasi.
Berdasarkan hasil asesmen, relawan PMI mendatangi satu per satu sumur warga dengan membawa dua mesin penyedot air. Untuk memastikan air kembali layak dikonsumsi, proses pengurasan atau normalisasi pada satu sumur dilakukan sebanyak dua hingga tiga kali.
“Banyak sumur warga di sini tidak bisa dipakai karena keruh bercampur lumpur, bahkan ada yang sudah berbau,” ujar Ali Purnomo, Ketua RT 03/RW 11 Dusun Krajan.
Di lokasi bencana, terpantau rata-rata ketinggian bibir sumur warga hanya berkisar antara 30 hingga 50 sentimeter. Rendahnya bibir sumur ini mempermudah air banjir masuk dan mencemari sumber air.
Awalnya, tercatat ada 11 sumur yang menjadi target pembersihan. Namun, setelah pengecekan di lapangan, hanya 4 sumur yang memerlukan normalisasi intensif, sementara sisanya terpantau sudah mulai jernih dan kembali digunakan oleh warga secara mandiri.
“Hari ini ada 8 relawan Tim WASH yang terlibat dalam aksi kemanusiaan di Desa Gugut. Kami berharap melalui normalisasi ini, warga bisa segera beraktivitas normal kembali,” ungkap Narto, Kabid Penanggulangan Bencana PMI Jember.
Ia mengatakan dalam operasi ini, PMI mengerahkan 2 unit mesin pompa air, 1 truk pPersonel untuk mengangkut alat dan relawan dan 1 truk tangko berkapasitas 5.000 liter. (*)






