Swiss Bekukan Semua Aset Milik Nicolas Maduro

oleh -160 Dilihat
Presiden Venezuela Nicolas Maduro

KabarBaik.co – Dewan Federal Swiss, Senin (5/1) mengumumkan pembekuan semua aset terkait dengan Nicolas Maduro, presiden Venezuela yang ditangkap Amerika Serikat (AS) di Caracas, Sabtu (3/1).

“Dewan Federal hendak memastikan aset apapun yang diperoleh secara ilegal tak akan bisa ditransfer keluar dari Swiss dalam kondisi saat ini,” kata dewan tersebut dalam sebuah pernyataan.

“Menurut UU Federal tentang Pembekuan dan Restitusi Aset Ilegal yang Dikuasai Orang yang Terpapar Politik Asing (FIAA), dengan ini diputuskan, sebagai langkah pencegahan, untuk membekukan semua aset di Swiss yang dikuasai Maduro dan orang-orang lain yang terasosiasi dengannya,” ucap badan itu.

Dewan Federal Swiss menegaskan bahwa pembekuan aset tak berdampak pada anggota pemerintahan lain di Venezuela dan merupakan penambahan dari sanksi terhadap Venezuela yang berlaku sejak 2018 atas dasar UU Embargo.

“Pembekuan aset terbaru ini mengincar individu yang belum disanksi Swiss,” kata Dewan Federal Swiss.

Dewan pemimpin kolektif Swiss itu mengatakan bahwa pembekuan aset tidak terkait dengan “alasan di belakang jatuhnya Maduro dari kekuasaan” dan “tidak pula mempertanyakan apakah kejatuhan dari kekuasaan tersebut berlangsung sesuai atau tidak sesuai dengan hukum internasional”.

Badan itu menyampaikan bahwa faktor penentunya adalah “kejatuhan dari kekuasaan telah terjadi” dan “ada kemungkinan bahwa negara asal akan melakukan langkah hukum di masa mendatang terkait aset yang diperoleh secara ilegal”.

“Apabila proses hukum di masa mendatang mengungkapkan bahwa dana tersebut diperoleh secara ilegal, Swiss akan berupaya memastikan dana tersebut akan bermanfaat bagi rakyat Venezuela,” demikian pernyataan tersebut.

Dewan Federal Swiss menetapkan pembekuan aset tersebut berlaku serta-merta pada Senin dan tetap berlaku selama 4 tahun hingga ada keputusan selanjutnya.

Pada Sabtu (3/1), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan operasi militer AS berskala besar terhadap Venezuela berujung pada penangkapan Nicolas Maduro dan istrinya.

Ia bersumpah akan menegaskan kendali AS di Venezuela untuk sementara waktu, termasuk dengan mengerahkan personel militer AS apabila diperlukan.

Maduro dan istrinya, Cilia Flores, tiba di New York pada Sabtu malam dan ditahan di Metropolitan Detention Center, Brooklyn.

Keduanya menghadapi dakwaan federal di Amerika Serikat terkait perdagangan narkoba serta dugaan kerja sama dengan kelompok kriminal yang ditetapkan sebagai organisasi teroris. Maduro membantah seluruh tuduhan tersebut.

Sementara itu, sejumlah pejabat di ibu kota Venezuela, Caracas, menyerukan pembebasan pasangan tersebut. (ANTARA)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.