KabarBaik.co – Salah satu pekerja pabrik baja PT Hidup Karya Abadi (PT HKA) di Desa Parengan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto dikabarkan tewas akibat kecelakaan kerja di dalam pabrik, Senin (9/9).
Informasi yang dihimpun, korban adalah pekerja bagian peleburan. Kecelakaan kerja ini terjadi saat korban bekerja memotong tabung LPG bekas dengan alat pemotong otomatis. Peristiwa maut tersebut terjadi pukul 9.00 WIB.
Satu unit ambulans dari Puskesmas Jetis diketahui warga sekitar sempat masuk pabrik. Mobil ambulans itu diduga membawa jenazah korban AM, 44 tahun asal Dusun Sidomulyo, Desa Mojodowo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto untuk dievakuasi ke RSUD RA Basuni Gedeg.
“Sekitar jam 9-an ada mobil ambulans masuk pabrik, terus ambulans langsung keluar dugaannya membawa jenazah korban ke RSUD RA Basoeni Gedeg,” jelas HA, warga sekitar pabrik.
Sumber internal pabrik BD menyebut, korban AM diketahui karyawan bagian peleburan itu sedang bekerja, hendak melebur beberapa tabung LPG dan Nitrogen dengan melakukan pemotongan terlebih dahulu.
“Tiba-tiba saja ada ledakan, setelah saya mendekat kepala korban AM sudah terluka parah mengeluarkan darah,” jelasnya.
Pantauan di lokasi pabrik, tim Inafis Satreskrim Polres Mojokerto Kota datang ke lokasi kejadian siang. Sebelumnya menurut informasi petugas lebih dulu melakukan autopsi jenazah korban di RSUD RA Basoeni Gedeg.
Sekitar satu jam kemudian, para penyelidik ini keluar dari dalam pabrik yang gerbang masuknya tertutup rapat dan dijaga ketat aparat. Mereka keluar bersamaan aparat Polsek Jetis yang sudah lebih dulu di pabrik baja PT HKA tersebut.
Kanitpidum Satreskrim Polres Mojokerto Kota Ipda Sugianto mengatakan hasil olah TKP sementara menunjukkan, kecelakaan kerja dialami korban saat melakukan tindakan pemotongan pada tabung LPG 3 Kg bekas dan tabung Nitrogen.
“Saat hendak melebur tabung bekas untuk diolah jadi besi baja olahan, tabung tersebut harus dipotong pada alat pemotong otomatis. Saat dipotong salah satu tabung bekas LPG tersebut meledak dan mengenai kepala korban,” jelasnya.
Pihak Kepolisian sudah minta keterangan 3 orang saksi saat kejadian, dan akan terus dilakukan penyelidikan lebih lanjut. (*)