Tagih Nasabah, Petugas Bank di Pasuruan Dianiaya Kreditur Hingga Masuk Rumah Sakit

oleh -207 Dilihat
Salah seorang petugas bank di Pasuruan dirawat di RS. (Foto: Zia Ulhaq)

KabarBaik.co – Nasib apes dialami Muhammad Rifqi Fajar (30), salah seorang petugas Bank BFI, saat menagih nasabah yang menunggak cicilan pinjaman sehingga harus didatangi ke rumah. Berharap ada uang angsuran yang didapat, ternyata Rifqi malah mendapat bogem mentah hingga ancaman pembunuhan dari nasabah.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka lebam di beberapa bagian tubuh dan wajahnya hingga sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Korban kemudian melaporkan penganiayaan yang menimpa ke Polsek Sukorejo dengan nomor STTLPM/83/XII/2025/SPKT Polsek Sukorejo lantaran peristiwa itu terjadi di Dusun Genitri, Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo, Pasuruan.

Menurut korban, kejadian itu bermula saat dirinya menagih cicilan pinjaman ke nasabah BFI yang sudah menunggak, Selasa (23/12) lalu sekitar pukul 20.00 WIB. Setibanya di rumah nasabah, korban malah dipukuli oleh nasabah berinisial DP saat kedatangannya diketahui untuk menagih hutang.

“Saya sedang menagih cicilan pinjaman terhadap RF. Saat ditagih MR mengarahkan kepada pelapor untuk meminta terlapor DP, lantaran uang yang dipinjam dari bank tersebut menurutnya juga dipakai olehnya,” ujarnya.

Kapolsek Sukorejo, Iptu Devi Arianto, saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp membenarkan adanya pelaporan tersebut dan saat ini polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. “Sudah dilanjutkan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, untuk mengungkap perkara laporan yang masuk,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Zia Ulhaq
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.