KabarBaik.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar memastikan dukungan bagi para pengajar keagamaan tetap berlanjut pada 2026. Melalui Bagian Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) setda Kota Blitar menyiapkan anggaran Rp 6,1 miliar untuk insentif para guru ngaji serta guru minggu lintas agama.
Kepala Bagian Kesra Setda Kota Blitar Gigih Mardana, menjelaskan skema bantuan tersebut sudah mencakup pembayaran BPJS Ketenagakerjaan, sehingga para pengajar mendapat perlindungan penuh selama menjalankan tugas.
“Anggarannya sudah termasuk jaminan BPJS ketenagakerjaan. Jadi semuanya sudah satu paket,” ujarnya, Jumat (12/12).
Insentif bagi para guru ngaji sebesar Rp 300 ribu per bulan, namun dicairkan tiap triwulan. Bantuan serupa juga diterima para guru minggu yang meliputi pengajar di gereja, klenteng, dan wihara sebanyak Rp 285 ribu.
Jumlah keseluruhan penerima di Kota Blitar mencapai 1.503 guru ngaji, 167 guru minggu, serta pengajar Hindu 4 orang, Buddha 3 orang, dan Konghucu 3 orang.
Selain insentif rutin, pemerintah juga memberikan natura berupa bingkisan hari raya kepada para pengajar. Gigih menyebutkan bahwa untuk menjelang Natal tahun ini, bingkisan sudah dibagikan lebih awal.
“Kalau saat ini sudah diberikan karena sebentar lagi Natal,” katanya.
Pemkot berharap dukungan berkelanjutan ini dapat meningkatkan kesejahteraan para pengajar keagamaan yang selama ini berperan dalam pembinaan moral dan kehidupan sosial masyarakat Kota Blitar.
“Ini merupakan bentuk apresiasi kepada para guru dari berbagai umat beragama,” tutupnya.(*)







